Crispy

Punah di Papua Nugini, Anjing Bernyanyi Ditemukan di Papua

  • Hanya ada 200 Singing Dog di Papua Nugini, dan semuanya ada di penangkaran.
  • Singing Dog dikabarkan telah punah di alam liar Papua Nugini.
  • Tahun 2016 Singing Dog, atau anjing liar di ketinggian 2.100 meter, ditemukan di lokasi tambang emas Grasberg di Papua, wilayah Indonesia.
  • Muncul harapan Papua Nugini akan kembali memiliki Singing Dog di alam liar.

Port Moresby — Dunia akan kehilangan salah satu penghuninya dalam 50 tahun ke depan, yaitu Anjing Bernyanyi, atau Singing Dog, Papua Nugini.

Singing Dog (video) sangat langka, dan terkenal karena gonggongan dan lolongan yang unik. Dalam jumlah banyak, Singing Dog mampu menghasilkan harmonisasi suara seriosa, yang hanya bisa dibandingkan dengan panggilan paus bungkuk.

Kini, hanya ada 200 Singing Dog di penangkarannya di pusat konservasi dan kebun binatang. Mereka adalah keturunan beberapa anjing liar yang ditangkap tahun 1970-an, dan berkembang biak dengan parah karena kurangnya gen baru.

Tidak ada lagi Singing Dog di habitat aslinya selama setengah abad, terhitung sampai 2016, atau ketika sebuah ekspedisi menemukan dan mempelajari 15 anjing liar di dataran tinggi terpencil di sisi barat Papua — masuk wilayah Indonesia.

Sebuah ekspedisi baru kembali ke lokasi penelitian tahun 2018, untuk mengumpulkan sampel biologis terperinci, dan memastikan apakah anjing liar dataran tinggi benar-benar nenek moyang Singing Dog.

Perbandingan DNA, yang diekstrak dari tiga anjing, menunjukan mereka memiliki urutan genome sangat mirip dan lebih dekat satu sama lain dibanding anjing lain.

Meski genome mereka tidak identik, peneliti percaya anjing dataran tinggi adalah populasi Singing Dog Papua yang liar dan asli. Perbedaan disebabkan pemisahan fisil selama beberapa dekade, dan perkawinan sedarah di antara Singing Dog yang ditangkar.

“Mereka terlihat paling terkait dengan populasi Singing Dog di konvervasi Papua Nugini, yang diturunkan dari delapan anjing yang dibawa ke AS beberapa tahun lalu,” kata Elaine Ostrander, peneliti terkemuka di National Isntitute of Health, dan penulis senior penelitian yang diterbitkan jurnal PNAS.

Pelestarian Singing Dog dimulai dengan delapan anjing. Mereka dikawinkan dikawinkan satu sama lain, dikawinkan, dan dikawinkan, selama beberapa generasi. Akibatnya, mereka keilangan banyak keragaman genetik.

Anjing liar dataran tinggi memiliki 70 persen genetik yang tumpang tindih dengan suadara mereka di penangkaran, kata Ostrander. Perbedaan kemungkinan mengandung beberapa keragaman asli yang sekarang hilang dalam populasi bawaan — atau jenis yang sebagian besar diciptakan manusia.

New Guinea adalah pulau terbesar kedua di dunia. Separuh pulau bernama Papua New Guinea, yang dalam Bahasa Inggris Pidgin disebut Papua Nugini. Separuh lainnya kini bernama Papua, dan bagian dari Indonesia.

Singing Dog kali pertama ditemukan di ketinggian 2.100 meter di propinsi tengah Papua Nugini tahun 1897. Terlepas dari laporan anekdotal dan foto belum terkonfirmasi, banyak yang khawatir anjing liar dataran ginggi Papua Nugini sebenarnya telah punah, karena hilangnya habitat dan percampuran dengan anjing rumahan di desa-desa.

Namun anjing-anjing itu ditemukan lagi tahun 2016 di dekat tambang emas dan tembaga di Grasberg di Papua. Tindakan melindungi ekosistem di sekitar tambang tanpa sengaja menciptakan tempat perlindungan Singing Dog. Di tempat ini mereka berkembang biak.

Tim ekspedisi yang dipimpin James McIntyre, peneliti lapangan dan pendiri Yayasan Anjing Liar Dataran Tinggi Papua Nugini, melakukan perjalanan ke wilayah ini. Namun, tim menghadapi cuaca dan medan ekstrem saat mengumpulkan sampel darah, rambut, kotoran, jaringan, dan air liur.

Peneliti juga mengambil ukuran, berat badan, dan kesehatan umum, serta kondisi tubuh anjing. Dua Singing Dog menerima kasung GPS, untuk mempelajari kebiasaan perjalanan mahluk langka ini.

Peneliti berharap membiakan Singing Dog di alam liar, dengan saudara mereka di penangkaran di Papua Nugini, melalui penggunana sampel sperma, untuk menghasilkan populasi Singing Dog di habitat aslinya.

Back to top button