Crispy

Awas..! Virus SFTS Muncul di Cina

  • Tahun 2015 sempat terjadi wabah SFTS di Jepang dan Korea Selatan, dengan tingkat kematian di atas 30 persen.
  • Tidak perlu panik. Yang penting segera berhati-hati sejak kasus pertama muncul.

Beijing — Sejumlah dokter di Cina memperingatkan ancaman virus SFTS, yang ditularkan lewat gigitan kutu dan antarmanusia.

Russia Today memberitakan virus SFTS menginfeksi sekitar 60 orang di Provinsi Jiangsu dan Anhui, di timur Cina, sepenjang tahun ini. Tujuh orang meninggal.

Gejala infeksi yang berpotensi mematikan meliputi demam, batuk, kelelahan hebat, mual, muntah, dan penurunan sel darah putih.

SFTS bukan virus baru. Kasus pertama virus ini dilaporkan muncul di pedesaan Provinsi Hubei dan Henan tahun 2009, dan pakar virus mengisolasi patogennya tahun 2011.

Sistem Informasi Cina untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan tingkat kematian penyakit yang disebabkan SFTS antara 16 sampai 30 persen.

Virus ditularkan melalui gigitan kutu, dengan penularan lewat kontak antamanusia sangat mungkin terjadi.

Sheng Jifang, dokter di rumah sakit Universitas Zhejiang, mengatakan kepada Global Times bahwa virus dapat ditularkan melalui darah atau lendir.

SFTS mewabah di Jepang dan Korea Selatan tahun 2015, dengan tingkat kematian mencapai lebih 30 persen. Virus ini diketahui sangat berbahaya bagi lansia, dan orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh.

Namun sejumlah dokter mengatakan tidak ada alasan untuk panik ketika virus ini muncul. Yang penting adalah berhati-hati sejak kasus pertama muncul.

Tahun 2018 Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukan SFTS ke dalam daftar virus yang diprioritaskan untuk diteliti, bersama Ebola, Sars, dan Zika.

Virus-virus itu memiliki potensi menyebabkan keadaan darurat kesehatan masyarakat, dan tidak adanya vaksin mujarab untuk melawannya.

Back to top button