Crispy

Di Afrika Barat, Boko Haram Berperang Sengit Lawan ISIS

Kematian Shekau sekaligus mempermalukan militer Nigeria, yang berusaha memburunya sejak satu dekade terakhir. Saat ini sebagian besar pejuang Boko Haram dikabarkan siap menyeberang dan ditampung ISIS.

JERNIH— Lama-lama kelihatan juga belangnya kelompok-kelompok yang mengaku diri paling islami ini. Di Afrika Barat, dua kelompok takfiri, Boko Haram dan ISIS, berperang di antara mereka, berebut pengaruh dan kekuasaan wilayah.

Dari perang tersebut, Komandan Boko Haram, Abubakar Shekau, tewas dalam perang melawan gerilyawan Islamis di Barat Afrika. Serangan diperintahkan langsung oleh Kekhalifahan ISIS yang khawatir terhadap sepak terjang kelompok teror tersebut.

Yang tidak menarik dan bikin mual, konon Abubakar Shekau dikabarkan tewas bunuh diri usai dikepung gerilyawan ISIS.

Kematian Abubakar Shekau dikonfirmasikan oleh faksi-faksi militant lain di Nigera dan difatwakan oleh Kekhalifahan ISIS sejauh ribuan kilometer di Timur Tengah. Kantor berita AFP juga menerima rekaman pembicaraan dari internal Boko Haram yang membenarkan kabar tersebut.

Kematiannya menandakan pergeseran dalam perang melawan Boko Haram di Nigeria. Akibat konflik selama 12 tahun itu, sebanyak 40.000 orang tercatat meninggal dunia dan sekitar dua juta penduduk terpaksa mengungsi.

Rekaman itu juga membocorkan bagaimana ISWAP mengirim gerilyawan ke hutan Sambisa, tempat persembunyian Abubakar Shekau. “Dari sana dia mundur dan melarikan diri selama lima hari. Tapi, gerilyawan kami tetap mencari dan memburunya, sebelum mereka berhasil menemukannya,” tutur suara tersebut.

Setelah menemukan Shekau, gerilyawan ISWAP mendesaknya untuk menyerah. Namun, dia menolak dan bunuh diri. “Kami sangat gembira,” lanjut suara tersebut, sembari menambahkan bahwa Shekau adalah “pembuat onar, presekutor, dan pemimpin yang merusak negeri.”

Fatwa mati ISIS

Faksi al-Barnawi bercerai dari Boko Haram pada 2016, lantaran menolak metode kejam Shekau yang membidik warga Muslim tanpa pandang bulu. Dia lalu bergabung dengan ISIS beberapa tahun kemudian. Shekau, kata Abu Musab al-Barnawi, “adalah seseorang yang biasa melakukan tindak terorisme dan kekejaman tak terbayangkan.”

“Allah meninggalkannya seorang diri,” kata Al-Barnawi lagi. “Jika sudah waktunya, Allah menurunkan serdadu-serdadunya setelah mereka menerima perintah dari pemimpin umat Mukmin.”

Kematian Shekau sekaligus mempermalukan militer Nigeria, yang berusaha memburunya sejak satu dekade terakhir. Saat ini sebagian besar pejuang Boko Haram dikabarkan siap menyeberang dan ditampung oleh ISIS. Sebab itu militer Nigeria dikhawatirkan bakal berhadapan dengan kelompok teror Islam yang lebih solid.

Namun, upaya ISWAP merayu eks-gerilyawan Boko Haram boleh jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan, kata seorang sumber di dinas keamanan kepada AFP. “Mungkin riwayatnya belum akan berakhir,” kata dia. “ISWAP harus mampu meyakinkan faksi-faksi ini untuk mau tunduk kepada mereka.”

ISWAP belakangan meningkatkan serangan terhadap posisi Boko Haram di sepanjang kawasan Sahel. Pertempuran antarfaksi itu menciptakan gelombang kekerasan baru di kawasan. Baru pekan lalu, sebanyak 120 warga desa di Burkina Faso dikabarkan tewas dalam sebuah aksi pembantaian paling barbarik sejauh ini.

Pakar keamanan meyakini, perang melawan Boko Haram akan menentukan siapa penguasa Sahel di masa depan. “JIka ISWAP berhasil meyakinkan gerilyawan Shekau untuk bergabung, mereka akan menguasai mayoritas kombatan musuh, dan mengontrol semua wilayah yang belum dikuasai di timur laut Nigeria,” tulis Peccavi Consulting, lembaga analis risiko di Afrika. [AFP/Reuters]

Back to top button