Crispy

Dr Corona Pimpin Muhammadiyah Perangi Virus Korona

Jakarta — Dr Corona Rintawan seakan dilahirkan untuk memerangi wabah virus korona yang mulai masuk ke Indonesia. PP Muhammadiyah menunjuknya memimpin satuan tugas pencegahan Covid-19.

Pusat Komando Covid-19 Muhammadiyah, begitu nama satuan tugas yang dipimpin Dr Corona. Tugasnya, mengkonsolidasikan semua aset Muhammadiyah dalam upaya terpadu untuk membendung penyebaran virus korona.

Satuan tugas yang interdisipliner yang dipimpin Dr Corona terdiri dari 13 ahli, yang akan mendidik masyarakat cara menghentikan penyebaran virus.

Penunjukan Dr Corona bukan tanpa alasan. Tahun 2013 Dr Corona adalah bagian tim dokter yang dikirim ke Filipina untuk bertugas di kawasan bencana Topan Hayyan. Dua tahun kemudian dia berada di Nepal untuk merawat korban gempa bumi.

Terakhir, tahun 2017, Dr Corona menjadi bagian misi kemanusiaan ke Rakhine di Myanmar, untuk mengobati Muslim Rohingya yang mengalami kekerasan.

“Kami mengambil penekatan proaktif untuk membantu pemerintah mendiagnosis dini dan perawatan pasien dengan gejala infeksi,” kata Dr Corona.

“Kami akan memastikan pasien menerima pengobatan sesuai protokol yang dikeluarkan pemerintah untuk menanggulangi wabah, sebelum kami merujuk pasien ke rumah sakit,” kata dokter berusia 45 tahun itu.

Dr Corona selama ini bertugas di sebuah rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah di Lamongan, Jawa Timur.

Menurut Dr Corona, masyarakat harus mendapat informasi bahwa setiap individu dapat menjadi penyebar virus. “Kami ingin mendorong setiap orang berperan sebagai pencegah, dengan mencuri tangan sesering mungkin, menyadarkan mereka didiagnosis saat merasakan gejala, dan tahu kapan menggunakan masker,” katanya.

Masyarakat juga perlu diberi tahu kapan harus menyumbangkan masker kepada yang membutuhkan, dan kapan harus mengisolasi diri jika diperlukan.

Muhammadiyah telah menunjuk 20 dari 171 rumah sakitnya di seluruh Indonesia, untuk menjadi fasilitas rujukan pasien virus korona.

Mengapa Bernama Corona

Soal nama Corona yang disandangnya, Dr Corona mengatakan; “Orang tua memberi nama anak-anaknya sesuai urutan abjad. Saya anak ketiga, nama dimulai dengan huruf ‘c’.

Menurut Dr Corona, orang tuanya memutuskan mengambil ‘Corona’ untuk nama saya. Corona berasal dari Toyota Corona, salah satu mobil yang populer di tahun 1970-an.

“Orang tua juga tahu corona berarti mahkota, melambangkan sesuatu yang bagus,” kata Dr Corona.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close