Crispy

Duterte: Berani Produksi Vape, Saya Bunuh

Manila — Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memerintahan pembunuhan terhadap penemu dan produsen vape, rokok elektrik, di Filipina.

Duterte, dalam pidato di Taguic City Center, menyebut penemu dan produsen vape sebagai iblis. Ia juga menegaskan kembali perintahnya kepada polisi untuk menangkap pengguna vape di ruang publik.

“Saya tidak tahu siapa iblis pembuat barang berbahaya itu,” kata Duterte. “Saya akan memerintahkan pembunuhan ekstra judisial kepada orang bodah itu.”

Duterte sukses menekan mafia narkoba di Filipina lewat pembunuhan ekstra judisial, atau pembunuhan di luar hukum, terhadap ratusan bandar dan pengecer di seluruh Filipina. Ia menjadi sangat yakin hanya dengan cara itu rakyat Filipina terbebas dari narkoba.

Penemu Vape

Duterte tidak mungkin membunuh penemu vape, karena inventor rokok elektrik itu bukan warga Filipina. The Smitsonian.com, situs yang dikelola Kantor Hak Paten dan Merk Dagang AS, menyebut Herbert A Gilbert — bermukim di Beavers Falls, Pennsylvania — sebagai penemu vape.

Gilbert adalah pedagang besi tua. Ia mendaftarkan hak paten rokok elektronik, yang disebutnya cara aman untuk metode merokok, tahun 1963. Temuan itu terdaftar dengan nomor paten US Pat. 3.200.819.

Butuh setengah abad bagi Gilbert untuk melihat temuannya diproduksi massal dan menudunia. Gilbert kini berusia 88 tahun, dan beruntung masih sempat menyaksikan temuannya mendunia dan kini dicerca.

Ia kedatangan banyak wartawan, dan disebut-sebut sebagai bapak rokok elektronik masa kini. Gilbert kaya raya di usia tua, tapi dia mungkin akan melihat temuannya dicampakan sebelum menemui ajal.

Duterte mengatakan; “Saya tidak ingin warga Filipina menghisap vape.” Vape, lanjutnya, tidak hanya mengandung nikotin tapi juga bahan kimia berbahaya.

Namun, Duterte mengijinkan rokok. Alasannya; “Kami mengijinkan impor tembakau dan pembuatannya dan kami mengenakan pajak rokok.”

Merokok juga membunuh. Oleh karena itu, demikian Duterte, ada pembatasan merokok di tempat umum.

“Kalian tidak merokok di dalam rumah, karena akan membunuh istri dan anak-anak kalian,” katanya. “Nikotin membunuhmu. Jika Anda ingin mati silahkan, tapi jangan membunuh orang lain dengan merokok di tempat umum.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close