Crispy

First Nation Segera Ungkap Temuan Kuburan Massal Anak-anak Korban Asimilasi Paksa

  • Menggunakan teknologi pemindaian radar menembus tanah, First Nation temukan sisa jenazah 215 anak-anak.
  • Temuan diumumkan dua bulan lalu, tapi belum dibuktikan dengan penggalian.

JERNIH — Tk’emlúps te Secwépemc, salah satu suku pribumi asli Kanada, pekan ini akan merilis temuan 215 sisa jenazah anak-anak korban asimilasi pasa yang terkubur di bekas sekolah asrama.

CBC News memberitakan ini diumumkan hampir dua bulan lalu dan memicu kegemparan nasional, tapi setelah itu tidak ada kabar lagi sampai akhirnya muncul temuan-temuan lain lewat penggalian.

Pemimpin Tk’emlúps te Secwépemc menggunakan pemindaian rada penembus tanah untuk untuk menemukan kuburan massal korban asimilasi paksa, tapi mereka belum melakukan penggalian untuk mengkonfirmasi temuannya.

Namun, penggunaan teknologi radar penembus tanah menginspirasi suku-suku lain di sekujur Kanada untuk melakukan hal serupa. Cowessess, First Nation di Saskatchewan, menemukan 751 kuburan tak bertanda di situs Marieval Indian Residential School, institusi terakhir yang ditutup 1997.

Rilis temuan pekan ini akan mencakup menjelasan tentang cara kerja radar penembus tanah, serta langkah yang harus dilakukan selanjutnya untuk First Nation, sebuan untuk pribumi Kanada.

Kuburan massal 215 anak-anak korban asimilasi paksa itu terletak di dekat Kamloops, British Columbia. Di masa keemasannya, Kamloops Indian Residential School, yang dijalankan ordo Katolik, pernah menjadi institusi terbesar di Kanada.

150 Ribu Anak-anak

Lebih 150 ribu anak-anak pribumi dipaksa menghadiri sekolah-sekolah asrama dari tahun 1870 sampai 1990-an. Banyak dari mereka dianiaya secara fisik dan seksual, dipaksa belajar Bahasa Inggris, dan dilarang mempraktekan tradisi budaya dan bicara dalam bahasa nenek moyang mereka.

Pada 2015, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi — setelah mendengar kesaksian korban selama berbulan-bulan — merilis laporan. Komisi menyimpulkan 4.100 anak-anak pribumi, yang dipaksa menghadiri sekolah asrama, meninggal.

Setengah dari jumlah itu meninggal tanpa penyebab tercatat. Sepertiga dimakamkan tanpa nama. Para ahli adat mengatakan jumlah korban kemungkinan jauh lebih tinggi.

Tk’emlúps te Secwépemc mengatakan akan mengadakan siaran langsung saat merilis temuan lengkap. Laporan itu diberi judul ‘KIRS LeLe Estcwéý (yang hilang), dan dibuka pada Kamis 15 Juli pukul 09:00 pagi.

Back to top button