Crispy

Fix! Bamsoet Vs Airlangga Berebut Kursi Ketum

JAKARTA – Pertarungan merebut kursi Ketua Umum Golongan Karya (Golkar) bakal diselenggarakan sekitar awal Desember tahun ini. Karenanya, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan diri bertarung melawan petahana Airlangga Hartarto untuk periode 2019-2024.

Deklarisi pun dilakukan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019). Alasan Bamsoet maju, karena dirinya cinta pada partai berlambang beringin itu.

“Dengan didasari kecintaan saya terhadap Partai Golkar, dengan mengucapkan Bismillah, saya Bambang Soesatyo menyatakan siap menjalankan perintah untuk mengikuti konstestasi pemilihan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024,” ujarnya.

Keikutsertaan Bamsoet, rupanya berawal dari aspirasi dukungan sejumlah tokoh dan desakan mulai dari tingkat kota hingga provinsi atas organisasi yang membesarkan namanya.

“Mempertimbangkan aspirasi, dukungan, dan desakan yang sangat kuat, lebih tepatnya perintah dari organisasi yang telah membesarkan saya,” katanya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto dinilai intimidatif dan anti demokrasi, hingga Golkar berpotensi pecah alias dualisme. Hal itu dikatakan Ahmadi Noor Supit yang merupakan ketua tim sukses calon ketua umum Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Sejak awal, kata Supit, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu sudah mengingkari kesepakatan menempatkan pendukung Bambang Soesatyo di sejumlah alat kelengkapan dewan (AKD) DPR RI. Bahkan sudah sewenang-wenang melakukan penggeser sejumlah posisi dan pemecatan beberapa tenaga ahli Fraksi Partai Golkat pendukung Bamsoet.

Disamping itu, mencoretan anggota kepanitiaan Munas Golkar yang pro terhadap Bamsoet. “Tindakan ini jelas-jelas melanggar gentleman agrement dan melanggar keputusan rapim tentang mendahulukan musyawarah mufakat sebelum voting,” katanya.

Ia yakin, tindakan Airlangga tersebut justru membuat gerbong Bamsoet makin militan. “Hal itu tentu saja akan memunculkan perlawanan dan berpotensi melahirkan Munas tandingan seperti Ancol vs Bali pada waktu lalu,” ujar dia.

Pada rapat pimpinan nasional Partai Golkar yang digelar Kamis (14/11/2019), Airlangga mengklaim telah mengantongi dukungan dari seluruh pengurus daerah dan ormas Partai Golkar.

Oleh sebab itu, dalam kesepatakan pemilihan ketua umum mengutamakan mekanisme musyawarah mufakat. Dengan mempertimbangkan kondisi partai yang solid dan kondusif.

“Seluruh provinsi dan ormas Partai Golkar mayoritas, Alhamdulilah, memberikan kepercayaan kepada saya,” katanya.

“Dari pandangan umum hampir semua memberikan dukungan. Untuk itu saya berterima kasih dan ini menjadi pemacu untuk terus bekerja sampai ke munas nanti dan terus menjaga soliditas internal pantai,” Airlangga menambahkan.

Sekadar diketahui, agenda pemilihan ketua umum partai berlambang beringin itu bakal diselenggarakan di Jakarta tanggal 3-6 Desember 2019 nanti. [fan]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close