Crispy

Korea Selatan Cemas Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Sebelumnya Korea Selatan pernah menghadapi lonjakan kasus positif pada akhir Februari-awal Maret dan Agustus.

JERNIH-Pemerintah Korea Selatan kembali melakukan pembatasan sosial di Seoul mulai Sabtu (21/11/20200) karena pemerintah khawatir akan datangnya gelombang ketiga pandemi Covid19.

Kekhawatiran Para pejabat Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) akan datangnya gelombang ketiga pandemi tersebut, dipicu semakin banyaknya kasus positif Covid19.

“Kita ada di masa kritis. Jika kita gagal mengendalikan wabah, maka kita akan menghadapi penyebaran virus di seluruh daerah yang dapat melampaui kasus pada dua gelombang sebelumnya,” kata pejabat senior KDCA, Lim Sook-young saat jumpa pers.

Dalam catatan KDCA, terdapat 386 kasus positif Covid19 baru dalam 24 jam terakhir pada Jumat malam 20 November 2020. Sehingga akumulasi pasien positif di Korea Selatan kini mencapai 30.403 orang dimana diantaranya 503 kasus, meninggal dunia.

KCDA mencatat, selama empat hari berturut-turut, Korea Selatan melaporkan jumlah kasus harian di atas angka 300. Sejak Agustus 2020 belum pernah Korea Selatan mengalami penambahan sebanyak itu, sehingga angka penambahan kali ini merupakan angka penambahan terbesar sejak Agustus 2020.

Selanjutnya KCDA menghimbau agar anak-anak muda di Korea Selatan menghindari acara pertemuan maupun acara kumpul-kumpul lainnya. Sebab ada kekhawatiran jika terjadi acara pertemuan atau kumpul-kumpul maka satu pasien positif Covid19 dapat  menularkan penyakit itu ke 1,5 orang.

Himbauan KCDA lainnya adalah mendorong warga perguruan tinggi untuk segera memeriksakan diri, sebab dalam kasus baru ditemukan pada para peserta les dan mahasiswa.

Mulai Kamis (19/11/2020) Pemerintah Korsel, seperti dilansir Reuters, juga memperketat protokol kesehatan menjelang ujian masuk perguruan tinggi, 3 Desember 2020.

Perdana Menteri Korsel Chung Sye-kyun bahkan meminta warga membatalkan seluruh pertemuan. Namun demikian bar, klub malam, tempat ibadah, tetap boleh beroperasi, sementara pertandingan olahraga diizinkan tetap berlanjut, dengan pengurangan kapasitas pengunjung dan penonton.

Korea Selatan termasuk negara yang tengah berupaya mendapatkan vaksin Covid-19 bagi 30 juta orang atau 60 persen dari total penduduknya.

Rencananya, Korea Selatan akan mendapat vaksin Covid-19 untuk 10 juta orang akan diperoleh dari fasilitas pengadaan vaksin Covid19 dunia (COVAX Facility). (tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close