Crispy

Mau Nikahi Mojang Sunda? Siapkan Pohon Dulu

Bandung – Mau nikahi mojang atau jajaka Sunda? Anda harus menyiapkan 10 pohon dulu untuk ditanam. Ini merupakan gebrakan baru Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Dalam akun Instagram miliknya, @ridwankamil, Senin (9/11/2019), dia mengatakan setiap pasangan yang mau menikah atau bercerai wajib menanam pohon. Bagi pasangan yang ingin menikah harus menanam 10 pohon. Sedangkan yang ingin bercerai diwajibkan menanam 100 pohon.

“Itulah rencana kolaborasi dan kebersamaan semua pemangku kepentingan dari Gerakan Menanam Pohon di lahan2 kritis Jawa Barat yang sedikitnya terhitung membutuhkan 25-30 juta pohon baru,” tulis Emil.

Sontak, wacana yang dicetuskan Emil mengundang respons warganet.

“MULAI TAHUN DEPAN, di Jawa Barat ada rencana jika Mau menikah: wajib Menanam 10 pohon. Mau bercerai: Menanam 100 pohon. Yang sedang berulang tahun: 5 pohon. Kelulusan atau wisuda SD/SMP/SMA : menanam 10 pohon. Mendapat IMB: menanam 1000 pohon,” tulis pengguna akun Ridwan Kamil.

Program tersebut merupakan bentuk pedulinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terhadap lingkungan melalui Gerakan Menanam Pohon. “Itulah rencana kolaborasi dan kebersamaan semua pemangku kepentingan dari Gerakan Menanam Pohon di lahan2 kritis Jawa Barat yang sedikitnya terhitung membutuhkan 25-30 juta pohon baru,” lanjutnya.

Rencana Ridwan Kamil tersebut menuai perbincangan oleh netizen. Bahkan, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan ikut menanggapi dengan kocak di unggahan Ridwan Kamil itu.

“@ridwankamil yang mau balikan sama mantan berapa Pohon Pak Gub ??” kata akun @hengkykurniawan.

“Yaampun Pak, tambah ribet. Mau nikah harus tanam pohon,” kata @rendiasidd***.

“Balikan sama mantan menanam 150 pohon,” celoteh @daffaalzen***.

“Kalau mau poligami tanam pohon berapa Pak?” tanya @dellati***.

Komentar lucu juga muncul dari netizen pengguna akun @agusihotang yang menyindir kaum jomlo. “Yang jomblo bagian nyiramin pohon².” [Zin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close