Crispy

Memorabilia Nazi Dilelang, Topi Hitler Terjual Rp 776 juta

Munich — Dunia silahkan membenci Adolf Hitler, tapi bisnis jalan terus. Sebuah lelang memorabilia Nazi di Munich menjual top hat milik Adolf Hitler dengan harga 50 ribu euro, atau Rp 776 juta.

Situs lelang Hermann Historica memberitakan barang-barang milik Eva Braun, kekasih Hitler juga terjula dengan harga ribuan euro. Seorang pembeli mengeluarkan 130 ribu euro, atau Rp 2 miliar, untuk salinan lapis perak manifesto antisemit Hitler Mein Kampf, emblem swastika partai, dan elang besi.

Salinan lapis peran manifesto antisemit Hitler sebelumnya milik Hermann Goering, pejabat senior Nazi dan orang kepercayaan Hitler.

Lelang tidak hanya menjual memorabilia Hitler dan Eva Braun, tapi juga beberapa pejabat Nazi yang sangat populer. Dua di antaranya adalah Heinrich Himmler dan Rudolf Hess.

Barang-barang itu dikumpulkan tentara sekutu yang menyerbu Jerman selama Perang Dunia II. Tidak seluruh barang ditemukan di Jerman, sebagian barang ditemukan di Salzburg, Austria. Gaun Eva Braun, misalnya, ditemukan di kota ini pada Mei 1945 dan dibawa ke AS.

Beberapa barang lainnya disita pasukan AS setelah Pengadilan Nuernberg. Salah satunya, kacamata hitam yang dikenakan terdakwa. Kacamata berfungsi menghindari pengguna dari lampu sorot.

Ketika lelang berlangsung, Felix Klein — komisioner antisemitisme pemerintah Jerman, berkomentar sinis; “Kejahatan Nazi sedang disepelekan.”

Menurut Klein, penyelenggara lelang seolah-olah sedang berdagang benda seni sejarah yang sangat normal. “Mereka tidak tahu bahaya di balik bisnis ini. Jika jatuh ke tangan kelompok ekstrem sayap kanan, barang-barang itu akan dikultuskan,” ujar Klein.

Sebelum lelang dibuka, Rabbi Menachem Margolin — ketua Asosiasi Yahudi Eropab — mendesak pemerintah Jerman mengungkap nama-nama pembeli warisan Hitler dan Nazi. “Pembeli barang-barang Nazi itu harus masuk dalam daftar pengawasan pemerintah,” kata Rabbi Margolin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close