Crispy

MUI: Sekitar 900 Ulama Dan Tokoh Agama Meninggal Selama Pandemi

Meski tak disebut penyebab kematiannya namun banyak pemimpin pesantren di wilayah Jawa dan Madura terinfeksi Covid-19.

JERNIH-Ratusan alim ulama dan tokoh agama telah meninggal dunia selama terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Lukmanul Hakim mencatat jumlahnya sekitar 900 orang

“Ketika alim ulama, tokoh agama juga jadi korban Covid-19 dan gugur jadi syuhada. Tercatat tak lebih kurang ada 900 alim ulama yang meninggal saat pandemi. Ini menggugah kita,” kata Lukmanul, pada Selasa (3/8/2021).

Kondisi ini, kata Lukmanul, sangat memprihatinkan. Banyaknya alim ulama dan masyarakat meninggal dunia selama pandemi Covid-19 berakibat pada pengurusan jenazah positif Covid-19 menjadi lama.

“Di RS DKI itu keluar masuk RS itu membutuhkan waktu lama. Untuk keluar dari RS untuk pemulasaraan jenazah saja itu butuh waktu 20 jam”. Kata Lukmanul menyebut lamanya waktu pengurusan jenazah pasien Covid-19.

Lukmanul juga menyoroti lambannya pengurusan jenazah di rumah sakit disebabkan tidak berimbangnya tenaga pemularasaan hingga penguburan dibanding dengan jumlah jenazah yang harus mereka urus,

“Karena kurang tenaga pemulasaraan, pemandian, mengafani sampai penguburan,” kata Lukmanul menambahkan.

Menurut Lukmanul, MUI telah berupaya membantu pemerintah dengan memberikan pelatihan pemulasaraan hingga penguburan jenazah Covid-19.

“Tenaga yang selama ini mungkin kurang perhatian masyarakat dan pemerintah. Tukang memandikan jenazah dan menggali kubur menjadi sangat strategis pada masa pandemi,”.

MUI berharap mereka yang telah dilatih dapat meringankan para petugas yang menangani pandemi Covid-19.

“Ini musibah sama sekali kita tak pernah perhitungkan,” katanya.

Bulan lalu, Juli 2021, Wakil Sekretaris Jendral MUI, Abdul Ghaffar Rozin mencatat sebanyak 584 kiai telah meninggal dunia selama pandemi Covid-19 di Indonesia. Data itu didapatkan berdasarkan catatan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU.

“Dalam catatan RMI, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai wafat selama pandemi virus corona,” kata Rozin dalam keterangannya resminya yang dikutip dari situs resmi MUI, Rabu (7/7/2021).

Meski demikian, tak disebut apakah semua kiai yang wafat itu akibat terinfeksi virus corona atau tidak. Namun Rozin mengakui banyak pemimpin pesantren di wilayah Jawa dan Madura terinfeksi Covid-19. (tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close