Crispy

Ngilu, Pemain Bola Gigit Alat Vital Lawan Hingga Luka Serius

Moselle – Ada-ada saja ulah pemain pesepakbola ini. Tak hanya menggunakan kaki untuk mengolah bola dan mengalahkan lawan tapi juga menggunakan giginya. Parahnya lagi yang digigit adalah alat vital milik pemain lawan. Lho.

Kejadian yang bikin ngilu ini terjadi pada pertandingan sepakbola amatir di Prancis. Peristiwa itu terjadi pada November 2019, seperti dilansir ESPN, saat kedua pemain yang namanya sengaja dirahasiakan karena alasan hukum, melakukan aksi tak terpuji itu. Keduanya masing-masing dari kesebelasan AS Soetrich menghadapi Terville.

Pada laga itu, sempat diwarnai keributan pemain, tidak diketahui secara jelas apa penyebabnya. Seorang pemain Soetrich tanpa alasan jelas mengigit ‘alat vital’ lawannya. Saking kerasnya gigitan, penis pemain Terville harus mendapat 10 jahitan. Membutuhkan waktu empat hari sampai lukanya kering, dan mulai masa pemulihan.

Kasus tersebut sudah ditangani Komite Disiplin wilayah Moselle, Prancis. Setelah bersidang lebih dari dua bulan, akhirnya diputuskan pemain yang menggigit kemaluan lawannya hingga mengalami luka serius disanksi lima tahun tak boleh berlaga di kompetisi amatir Prancis. Sementara korban penggigitan juga mendapat menerima hukuman.

“Laporan saksi-saksi dikumpulkan untuk melacak kembali fakta-fakta seakurat mungkin,” kata Direktur Umum Komite Displin Wilayah Moselle, Emmanuel Saling, kepada Lorraine Actu. “Semua itu adalah yang dibutuhkan sebelum mengembalikan keputusan kepada komite,” ia melanjutkan.

Selain pemain, Komite Displin juga menjatuhkan hukuman denda 200 Euro kepada klub Soetrich akibat tindakan pemain mereka. Tak sampai disitu, komite juga menjatuhkan sanksi larangan bermain hingga Juni 2020 kepada pemain Terville yang jadi korban aksi brutal pemain Soetrich.

Sama seperti Soetrich, Terville juga diharuskan membayar denda 200 Euro serta pengurangan dua poin karena dianggap gagal mengendalikan pemain. [zin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close