Crispy

Pemerintah Segera Pulangkan TKI dari Enam Kluster. Ini Skenario Menhub

JAKARTA-Tak menunggu lama setelah sembuh dari infeksi Covid-19 kini Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyiapkan pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari berbagai negara ke Indonesia.

Budi menyatakan pihaknya telah menyiapkan skenario pemulangan TKI dengan membuat enam klaster penerbangan yang akan menjemput para TKI. Menurutnya saat ini terdapat 150 perusahaan swasta yang tengah diproses dalam pemulangan tenaga kerja.

Budi mengaku telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Gugus Tugas Penanganan Corona untuk pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri selama masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Ini Daftar Sembilan Negara Donatur Indonesia Lawan Covid-19

“[Saya] dengan Menteri Luar Negeri [Rento Marsudi] berkoordinasi tentang kebutuhan logistik beberapa negara dan kepulangan tenaga kerja, yang sedang diurus 150 perusahaan swasta prosesnya itu dari macam-macam negara. Di tempat kami sudah selesai” kata Budi, dalam konferensi video sekretariat kabinet, Senin (27/4/2020).

Untuk pemulangannya Budi mengusulkan kepada Kepala Gugus Tugas Penanganan Corona, Doni Murdono untuk menggunakan satu pintu pemulangan saja yakni Jakarta.

“Saya usulkan pak Doni Munardo [Kepala BNPB] agar ini satu pintu saja kepulangannya. Tidak perlu melalui proses yang bermacam-macam. Jangan dibiarkan orang itu dari pintu ke pintu, ke Menlu, ke saya ke Menkes baru bisa pulang,”.

Baca juga: Perintah Raja Salman, Jam Malam Dicabut, Mekah Tetap Lockdown

Selanjutnya Budi menjelaskan enam kluster penjemputan yang dimaksud yakni dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, China, Timur Tengah dan Eropa. Di mana, nantinya akan ada satu titik di tiap cluster untuk melakukan penjemputan.

“Kita hanya menyiapkan satu tempat penerbangan menuju penerbangan (pulang). Nanti di Jakarta protokol kesehatan silakan dilakukan. Tugas dari KBRI siapapun pihak yang dihubungkan ke titik itu ke jadwal yang sudah ditetapkan,”.

Budi juga menjanjikan sesegera mungkin merealisasikan rencananya itu

“Just in case 3 hari akan dilakukan yang akan datang terutama China itu sudah jalan. Tapi kami minta hanya satu titik saja,” ujarnya.

(tvl)

Back to top button