Crispy

Siapakah Dewi Tanjung, Orang yang Melaporkan Novel Baswedan dengan Tuduhan Rekayasa?

JAKARTA – Melaporkan orang ke Kepolisian itu tentu membuat asyik. Bila tidak, bagaimana mungkin kemudian bisa jadi hobi, seperti yang dialami Dewi Tanjung.

Tak hanya sekali Dewi Tanjung melaporkan tokoh publik ke Kepolisian. Sebelum riuh dikaitkan dengan pelaporan Novel Baswedan, sederet nama seperti Amien Rais, Prabowo Subianto, hingga Eggi Sudjana juga pernah ia adukan.

Dewi Tanjung baru-baru ini menimbulkan kehebohan, usai melaporkan Novel Baswedan—penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban penyiraman air keras pada 11 April 2017 ke Polda Metro Jaya. Ia menuding Novel merekayasa kasus penyerangannya.

Politikus PDIP itu mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami Novel. Di antaranya, rekaman CCTV, bentuk luka, perban, hingga kepala yang diperban. Anehnya, kata dia, justru soal berbuntutnya serangan itu pada kebutaan.

Laporan yang disampaikan pada Rabu pekan lalu itu sontak menuai kecaman dan kritik dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pegiat Lembaga Bantuan Hukum Alghiffari Aqsa.

Menurut Aqsa, laporan Dewi Tanjung atas Novel Baswedan dapat mengarah pada upaya fitnah yang tak manusiawi.

Alghiffari menegaskan, penyerangan terhadap Novel itu benar terjadi dan memicu kebutaan. Serangan tersebut bahkan telah diverifikasi pihak berwenang, dari petugas medis, polisi, Komnas HAM, Presiden Joko Widodo, hingga tim medis di Singapura.

Arif Maulana, anggota kuasa hukum lainnya, juga mengungkapkan sekarang yang harus dipertanyakan adalah siapa pelaku penyerangan Novel Baswedan, dan bukan lagi mempertanyakan apakah penyerangan itu benar terjadi.

Jokowi sebelumnya telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus Novel Baswedan sampai dengan awal Desember 2019.

Siapakah Dewi Tanjung?

Dewi Tanjung adalah politikus PDIP yang lahir di Padang pada 15 Januari 1980. Dewi tercatat sebagai warga Bogor, Jawa Barat.

Ia gagal dalam pemilu legislatif pada April 2019 lalu, saat mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI Dapil V Jawa Barat. Namun, langkahnya terhenti lantaran hanya mengantongi 7.311 suara saja, dibandingkan saingannya, Adian Napitupulu, yang berhasil mendapatkan 80.228 suara.

Sebelum Novel dan melaporkan Anies Baswedan, Dewi sebelumnya juga pernah melaporkan politikus Partai Amanat Nasional (MPR) sekaligus mantan Ketua MPR Amien Rais terkait dugaan upaya makar. Laporan itu juga melibatkan Habib Rizieq Shihab serta Bachtiar Nasir.

Akhir 2018, Dewi mengadukan Eggi Sudjana—yang juga merupakan politikus PAN—ke Polda Metro Jaya dua kali, salah satunya terkait upaya makar dan usaran kebencian di bawah UU ITE.

Prabowo Subianto juga tak luput dilaporkan oleh Dewi Tanjung. Pada Mei 2019, Dewi tidak hanya melaporkan Prabowo Subianto yang saat itu masih menjadi calon presiden, tapi juga Amien Rais, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah. Dewi mengajukan laporan karena menuduh tokoh-tokoh itu sebagai dalang di balik kerusuhan 21-22 Mei. Nah, mau ikutan hobi Dewi? [Dsy]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close