Crispy

Tiga Astronot Cina Minum Air Kencing Selama di Stasiun Luar Angkasa Tiangong

  • Cina menciptakan perangkat penyulingan air seni menjadi air minum standar tinggi.
  • Cara ini jauh lebih murah dibanding mengirim air dari Bumi ke luar angkasa.

JERNIH — Tiga astronot Cina di Stasiun Luar Angkasa Tiangong mendaur ulang 66 liter urine dalam tiga pekan dan menyulingnya untuk memenuhi kebutuhan air minum.

Global Times melaporkan sistem pengolahan urine, bagian dari pendukung kehidupan astronot selama di ruang angkasa, dirancang ilmuwan dari 206 Research Institute of the Second Academy of the China Aerospace Science and Industry Corp (CASIC).

Pengembang mengatakan pengolahan urine ini adalah aplikasi rekayasa sistem pertama. Sejauh ini perangkat itu bekerja dengan baik untuk mendukung kehidupan tiga astronot.

Urine yang disuling menjadi air minum mencapai standar penggunaan. Daur ulang urine untuk kehidupan astronot di luar angkasa ini adalah terobosan teknologi, untuk memastikan manusia bisa tinggal lebih lama di luar angkasa dengan biaya minimal.

Sistem dapat mengekstrak enam liter urine menjadi lima liter air sulingan dalam satu siklus, tingkat produksi maksimal sistem ini adalah 2,5 liter per jam.

Kualitas air suling melampaui standar air minum negara, dan standar yang dibutuhkan astronot. Air daur ulang juga dapat digunakan untuk keperluan minum, pembersihan, atau pembangkit oksigen.

Mempertahankan manusia dalam jangka panjang di luar angkasa membutuhkan sistem pendukung kehidupan yang terorganisir, dan daur ulang limbah serta pembangkit oksigen yang baik.

Sistem ini sangat efisien sehingga menghemat 100 juta yuan, atau Rp 224 miliar selama periode enam bulan dengan tiga astronot dalam misi. Menurut CASIC, tarif pengiriman kargo internasional pesawat ruang angkasa yang menghorbit sekitar 140 ribu sampai 350 ribu yuan, atau Rp 314 juta sampai Rp 784 juta, per kilogram.

Itulah sebabnya sistem daur ulang urine diperlukan. Setidaknya, Cina tidak perlu harus mengirim kargo berisi air minum dari Bumi.

Back to top button