Crispy

Waspada Boleh Tapi Polisi Harus Humanis

SEMARANG– Berbagai upaya preventif dilakukan oleh jajaran Kepolisian dalam pengamanan markas komando mereka paska-bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Meski tetap waspada, polisi harus bersikap humanis.

SEMARANG– Berbagai upaya preventif dilakukan oleh jajaran Kepolisian dalam pengamanan markas komando mereka paska-bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Meski tetap waspada, polisi harus bersikap humanis.

Wanti-wanti tersebut dinyatakan Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Luthfi. Ia menegaskan, pengamanan kantor polisi di jajaran Polda Jawa Tengah tidak secara khusus dilakukan terhadap pengemudi ojek online. Petugas jaga tetap melakukan pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan yang berkunjung ke kantor polisi

“Hanya diperketat, jadi lebih selektif. Prioritas kepada orang dan barang yang masuk ke wilayah kita,” kata Luthfi di Mako Brimob Srondol, Semarang.

Luthfi menjelaskan, polisi  akan tetap berusaha humanis dan tidak lantas membatasi ojek online yang masuk ke kantor polisi hanya karena pelaku bom di Medan memakai seragam ojek online.  

Di Mapolrestabes Semarang, gerbang samping ditutup sehingga hanya ada satu akses keluar masuk. Petugas di pos penjagaan melakukan tugasnya seperti biasa. Bagi warga yang akan masuk areal Mapolres Semarang, diarahkan lapor ke pos penjagaan dan menunjukkan identitas.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengatakan, pengamanan di mako lebih diperketat, termasuk di Polsek,  meski tidak menambah jumlah personel keamanan.

Di MaPolresta Surakarta pelayanan berjalan seperti biasa. Wakapolresta Surakarta, AKBP Iwan Saktiadi mempertimbangkan akan membatasi ojek online masuk ke dalam kawasan Mapolresta Surakarta. Meski begitu, pelayanan masyarakat tetap bisa diakses dengan normal.

“Menilik potensi ancaman, tidak menutup kemungkinan Polresta Surakarta juga menerapkan pembatasan ojek online,” kata Iwan.  Iwan mengakui mengakui bahwa insiden di Polrestabes Medan membuat pihaknya meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, Mapolresta Surakarta pernah menjadi sasaran bom bunuh diri pada 2016 lalu. [tvl]

Wanti-wanti tersebut dinyatakan Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Luthfi. Ia menegaskan, pengamanan kantor polisi di jajaran Polda Jawa Tengah tidak secara khusus dilakukan terhadap pengemudi ojek online. Petugas jaga tetap melakukan pemeriksaan terhadap orang dan barang bawaan yang berkunjung ke kantor polisi

“Hanya diperketat, jadi lebih selektif. Prioritas kepada orang dan barang yang masuk ke wilayah kita,” kata Luthfi di Mako Brimob Srondol, Semarang.

Luthfi menjelaskan, polisi  akan tetap berusaha humanis dan tidak lantas membatasi ojek online yang masuk ke kantor polisi hanya karena pelaku bom di Medan memakai seragam ojek online.  

Di Mapolrestabes Semarang, gerbang samping ditutup sehingga hanya ada satu akses keluar masuk. Petugas di pos penjagaan melakukan tugasnya seperti biasa. Bagi warga yang akan masuk areal Mapolres Semarang, diarahkan lapor ke pos penjagaan dan menunjukkan identitas.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengatakan, pengamanan di mako lebih diperketat, termasuk di Polsek,  meski tidak menambah jumlah personel keamanan.

Di MaPolresta Surakarta pelayanan berjalan seperti biasa. Wakapolresta Surakarta, AKBP Iwan Saktiadi mempertimbangkan akan membatasi ojek online masuk ke dalam kawasan Mapolresta Surakarta. Meski begitu, pelayanan masyarakat tetap bisa diakses dengan normal.

“Menilik potensi ancaman, tidak menutup kemungkinan Polresta Surakarta juga menerapkan pembatasan ojek online,” kata Iwan.  Iwan mengakui mengakui bahwa insiden di Polrestabes Medan membuat pihaknya meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, Mapolresta Surakarta pernah menjadi sasaran bom bunuh diri pada 2016 lalu. [tvl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close