Oikos

Hedonisme Merugikan Kesehatan Anda

JERNIH – Seseorang dikatakan menganut hedonisme ketika mereka melakukan aktivitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghabiskan banyak uang dan waktu, memenuhi banyak keinginan dan objek apa saja yang dianggap menarik.

Perilaku ini terlihat misalnya pada objek yang menekankan unsur kesenangan hidup seperti fashion, makanan, barang mewah, tempat nongkrong, serta memberi jawaban atau respons positif terhadap kenikmatan hidup (pendapat). Perilaku ini biasanya diikuti dengan menampilkan sisi terbaik dari dirinya dan mengunggahnya di sosial media.

Demi gengsi

Tak jarang untuk menunjang penampilan, seseorang rela merogoh kocek yang mungkin tak sedikit. Misalnya menyewa baju, berfoto di studio, sewa kamera, atau berfoto di cafe hits yang harga makanannya selangit. Hal itu lantas menjadi sebuah kebiasaan dan menjadikan seseorang memiliki gaya hidup hedonisme

Tak masalah jika kantong tebal, tapi jika tidak, demi mencukupi kebutuhan hidupnya, seseorang akan rela melakukan apa saja agar hidupnya bahagia dan tak malu dengan temannya.

Pribadi negatif

Dampak lain yang bisa disebabkan dari perilaku hedonisme ini adalah pelaku menjadi pribadi yang lebih negatif karena di dalam pikiran mereka hanya ada kesenangan. Akibatnya ini akan memengaruhi kondisi psikologisnya.

Penyebab hedonisme bisa berasal dari diri sendiri yang berkaitan dengan sifat dasar manusia yang tak pernah puas. Sehingga seseorang yang tak bisa mengontrolnya kemungkinan besar masuk dalam gaya hidup seperti ini. Sedangkan penyebab lainnya adalah faktor lingkungan.

Gaya hidup konsumtif tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonisme. Di satu sisi, pola dan gaya hidup konsumtif memberikan kepuasan baik secara fisik maupun psikologi, namun disadari atau tidak, justru memiliki dampak kurang baik terhadap “kesehatan mental”.

Dampaknya di antaranya:

1. Makanan tak sehat

Kaum hedon ini seringkali berusaha mencari kepuasan dengan mencari makanan-makanan mahal yang seringkali kurang baik bagi kesehatan. Misalnya, pizza, pasta, sushi dan beberapa makanan fancy lainnya sangat berkontribusi besar bagi kesehatan mengingat makanan seperti ini bisa meningkatkan peluang obesitas.

Kalangan hedon ini memang sering banget menjalani hobi kuliner makanan seperti ini karena mereka sudah memiliki uang dan kemudahan akses untuk menikmatinya. Peluang obesitas yang dialami millennials diakui lebih tinggi dari generasi orangtuanya yang bisa berpotensi dua kali lipat terkena diabetes, serangan jantung dan lain sebagainya.

Ada pula kalangan millennials bela-belain menabung untuk membeli barang-barang bermerek dan mahal demi gengsi namun menghindari makanan yang sehat. Demi gengsi rela perut lapar dan makan makanan kurang bergizi.

2. Depresi

Cikal bakal stres dan depresi adalah tingginya frekuensi mengeluh. Karena terus mencoba mengejar keinginan materi, dan jika keinginan itu tidak tercapai maka jadi sering mengeluh. Depresi bukan perkara mudah untuk disembuhkan lho apalagi orang yang depresi seringkali merasa ingin mengakhiri hidupnya.

3. Gemar minum alkohol

Seakan ingin dianggap keren, millennials zaman sekarang gemar sekali pergi ke klub atau bar dan meneguk setidaknya satu gelas alkohol. Tidak sampai disitu, sebagian millennials yang tinggal di kota besar juga minimal minum alkohol setidaknya dua hingga tiga kali sebulan dengan berbagai alasan. Padahal penyakit yang menyerang hati datang dari kebiasaan ini. [*]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close