Oikos

Kian Mengancam Tubuh dan Kocek Anda, Ini 5 Tips Berhenti Merokok

JERNIH – Pemerintah mulai tahun depan berencana menaikan kembali harga cukai rokok. Rokok memang selain harganya terus meningkat juga menyebabkan persoalan serius bagi kesehatan. Hanya saja bagi pecandu, berhenti merokok juga bukan persoalan mudah.

Setiap tahun, ada lebih dari 225.700 orang yang meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok. Namun, fakta dan data ini tidak lantas menghentikan lebih dari 469.000 anak-anak dan 64.027.000 orang dewasa yang merokok setiap harinya.

Hingga tahun 2020, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melaporkan bahwa biaya yang telah dikeluarkan untuk pengobatan kasus penyakit yang terkait rokok dan tembakau, khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) menghabiskan sekitar Rp5,9 triliun.

Merokok sangat berbahaya karena pembakaran dari tembakau menghasilkan asap yang mengandung bahan kimia karsinogenik (penyebab kanker) dan racun yang apabila masuk ke dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat mulai mengurangi rokok bahkan berhenti dari merokok.

Kenyataan bahwa masyarakat tahu risiko merokok bagi kesehatan, tidak membuat upaya untuk menghentikan kebiasaan merokok menjadi lebih mudah. Baik bagi perokok lama atau orang yang hanya merokok sesekali, berhenti merokok dirasa sangat sulit.

Memutuskan untuk berhenti merokok barulah setengah perjalanan dari prosesnya, karena dengan mengetahui dari mana harus memulai untuk berhenti merokok dapat mempercepat prosesnya. Berikut adalah beberapa saran yang dapat dilakukan untuk membantu kamu mulai berhenti merokok mulai hari ini.

1. Tentukan kapan akan berhenti

Setelah dipikirkan dengan matang, pilih tenggat waktu kapan akan berhenti. Pilihlah waktu yang tidak terlalu lama, sehingga persiapan bisa direncanakan dengan matang. Beritahu teman, pasangan, keluarga, dan rekan kerja bahwa Anda ingin berhenti merokok di waktu tersebut sehingga mereka akan mengerti dan membantu, bahkan tidak merokok di sekitar Anda.

Singkirkan seluruh rokok dan asbak. Anda juga bisa memilih mau langsung berhenti atau secara bertahap. Dengan berhenti secara bertahap, Anda dapat pelan-pelan mengurangi jumlah rokok yang dibakar sampai dengan waktu yang telah kamu tentukan untuk berhenti merokok. Namun, dengan memilih langsung berhenti, saat tiba waktu berhenti semua harus langsung berhenti total.

2. Hindari pemicu umum

Berikut adalah beberapa pemicu umum yang dapat kamu hindari selama program:

a. Kopi atau alkohol

Banyak orang yang merokok saat minum kopi atau alkohol. Anda dapat mencoba mengubah kopi atau alkohol ke minuman atau sesuatu yang lebih sehat atau justru menghindari kebiasaan tersebut karena dapat mengembalikan kebiasaan merokok. Selain itu, Anda juga bisa menggantikan kebiasaan merokok dengan ngemil, sehingga mulut akan sibuk mengunyah makanan dan sejenak mengalihkannya. Cobalah kacang, biskuit, atau gorengan.

b. Beri tahu perokok lain

Saat teman, pasangan, keluarga dan rekan kerja merokok di sekitar Anda, akan sangat sulit untuk berhenti atau menghindar dari kebiasaan lama merokok. Anda bisa mendiskusikan keputusan ini untuk berhenti dengan teman dekat sehingga mereka tahu kalau mereka tidak bisa merokok saat bersama lagi.

c. Penutup waktu makan

Bagi sebagian perokok, khususnya di Indonesia, selesai makan artinya waktu untuk merokok. Memang sulit untuk mengubah kebiasaan yang mungkin sudah dilakukan sejak lama, namun Anda dapat mencoba mengganti momen itu setelah makan dengan camilan sehat, mengunyah permen karet, atau makan coklat.

3. Carilah dukungan

Awal selalu menjadi bagian yang tersulit, Anda perlu mencari dukungan. Ketergantungan emosional dan fisik pada merokok membuat Anda sulit menjauhi nikotin setelah berhenti merokok. Cobalah layanan konseling, materi swadaya, dan layanan dukungan yang dapat membantumu melewati masa-masa ini.

Jika teman atau anggota keluarga juga ingin menyerah, sarankan kepada mereka agar kamu berjuang bersama. Di Indonesia, Anda bisa mencoba mendatangi pusat terapi yang tersedia di beberapa rumah sakit, klinik swasta, bahkan puskesmas di Jakarta dan beberapa kota besar yang memiliki fasilitas untuk menunjang berhenti merokok.

4. Putuskan untuk beralih

Merokok merupakan kecanduan fisik dan kebiasaan psikologis. Menghilangkan konsumsi nikotin secara teratur akan menyebabkan tubuh mengalami gejala kecanduan fisik dan mengidam. Merokok terkadang diasosiasikan sebagai cara untuk mengatasi depresi, kecemasan, atau bahkan kebosanan. Berhenti berarti menemukan cara lain yang lebih sehat untuk mengatasi perasaan itu.

Dengan menerapkan gaya hidup aktif dan aktif, Anda dapat mengekang keinginan akan nikotin dan meredakan beberapa gejala kecanduan. Ambil raket bulutangkis atau kenakan sepatu joging, alih-alih mengambil rokok. Bahkan olahraga ringan seperti jalan-jalan dengan istri atau pacar di pagi atau sore hari akan membantu.

5. Mencoba alternatif lain

Beberapa orang menemukan alternatif yang berguna untuk membantu mereka berhenti merokok dan bahkan meningkatkan peluang menjadi bebas dari rokok. Salah satu opsi yang populer adalah menggunakan sistem penghantaran nikotin elektronik (ENDS) yang populer disebut rokok elektrik atau perangkat vaping.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Masyarakat di Inggris (Public Health England), hasilnya menunjukkan bahwa rokok elektrik atau vaping 95% lebih tidak berbahaya dibandingkan dengan rokok biasa dan berpotensi membantu perokok untuk berhenti merokok secara perlahan.

Jika benar-benar ingin berhenti merokok, Anda membutuhkan perencanaan dan komitmen yang baik, bukan keberuntungan. Anda harus mencoba dan mencoba sambil mendapatkan dukungan dari sekitar kamu. Putuskan rencana pribadi untuk menghentikan penggunaan tembakau dan berkomitmen untuk mematuhinya. Anda dapat memulainya secara perlahan dengan langkah kecil atau melakukan langkah besar dengan segera berhenti. [*]

Back to top button