Politeia

Irjen Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya yang Ungkap Kelompok Sarachen

Fadil juga pernah mengungkap dugaan chat pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza Husein.

JERNIH-Nama Irjen Fadil Imran tiba-tiba mencuat setelah Kapolri menerbitkan Surat Telegram (ST) pengangkatannya sebagai Kapolda Metro Jaya, dalam ST Nomor: ST/3222/XI/KEP/2020 tertanggal 16 November 2020 dan ditandatangani Kepala biro SDM Polri Irjen Pol Drs Sutrisno Yudi Hermawan.

Fadil ditunjuk Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dianggap kurang tegas dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19 ditengah pandemi Covid-19.

Lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini merupakan sosok yang mempunyai banyak pengalaman di bidang reserse.

Dilahirkan di Makassar, Sulawesi Selatan 51 tahun lalu, Fadil banyak berkiprah di Ibukota baik sebagai personel Mabes Polri maupun Personel Polda Metro Jaya.

Berikut beberapa jabatan penting di Polri yang pernah diembannya.

Pada tahun 2008, Fadil Imran menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tak lama menduduki jabatan tersebut, Fadil kemudian menjabat sebagai Kapolres KP3 Tanjung Priok.

Hanya satu tahun menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok, pada 2009, ia ditarik memperkuat jajaran reserse Polda Metro Jaya dengan menjabat Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Jabatan itu ditinggalkan setelah tiga tahun dijalaninya. Pada 2011, Imran bergeser ke Mabes Polri memperkuat jajaran Bareskrim dengan jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.

Tak lama kemudian, masih dalam tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.

Pada 2013, Fadil masuk kembali ke Ibu Kota Jakarta menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar. Pada 2015, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri. 

Selanjutnya pada 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Di jabatan itu, Fadil mengungkap adanya dugaan chat pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza Husein

Tahun berikutnya, 2017, Fadil menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri. Dia bersama anak buahnya berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018 silam.

Disaat era Kapolri Jenderal Idham Azis, Fadil dipercayakan menjabat sebagai Sahlisosbud Kapolri pada tahun 2019, selanjutnya diangkat jadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Luki Hermawan yang bergeser menjadi Wakil Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

Kini pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu tengah mempersiapkan diri menduduki jabatan Kapolda Metro Jaya. (tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close