Politeia

Polri Amankan Pertokoan dari Sweeping

Dibantu TNI, Polri amankan pertokoan yang menjual produk Prancis dari sweeping

JERNIH-Polri dan TNI akan diturunkan ke tengah masyarakat terutama di pertokoan di dalam negeri yang menjual barang-barang asal Prancis.

Kebijakan ini diambil paska muncul seruan sweeping terhadap produk-produk Prancis usai pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam.

“Polri akan bersinergi dengan TNI mengerahkan satuan pengamanan untuk menjaga pertokoan yang menjadi sasaran sweeping,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas P Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/11).

Jenderal bintang satu ini mengancam warga yang kedapatan melanggar hukum, maka Polisi akan tidak segan untuk memberikan tindakan tegas.

“Polri tentu akan mengambil langkah yang tegas,” kata Awi.

Awi juga meminta agar masyarakat tidak mudah terpancing ajakan sweeping yang saat ini banyak ditemukan di media social. Di samping itu Awi juga mengingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri yang dapat merugikan banyak pihak.

“Kita adalah negara hukum, harus taat dengan hukum, jangan sampai main hakim sendiri, jangan sampai anarkis, tentunya hal itu tidak diperkenankan,” kata Awi lebih lanjut.

Sebelumnya, ormas Gerakan Pemuda Islam diketahui melakukan aksi sweeping di sebuah minimarket di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2020). Mereka membakar barang-barang berlabel produk Prancis di depan mini market tersebut.

Menghadapi situasi di lapangan sedang tak kondusif saat ini dan munculnya ancaman sweeping, Sekretaris Jenderal Aprindo Solihin mengambil kebijakan dengan meminta peritel anggota mereka untuk sementara waktu tidak memajang produk bertuliskan buatan (made in) atau Prancis.

“Saya bicara dengan asosiasi, untuk sementara waktu peritel menarik display produk yang bertuliskan made in negara itu (Prancis),” kata Solihin, pada Kamis (5/11/2020).

Namun, imbauan tersebut tidak wajib dipatuhi, sebab Ia tetap mempersilahkan peritel yang tetap ingin menjual produk Prancis terutama produk Prancis namun diproses di Indonesia.

Sedangkan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey meminta aparat memberikan perlindungan dan bertindak tegas terhadap pihak yang melakukan provokasi anarkis melakukan aksi sweeping produk Prancis. Karena aksi anarkis tersebut dinilai menambah beban sektor perdagangan, terutama di saat permintaan tengah lesu tertekan pandemi covid-19. (tvl)

Back to top button