Politeia

PSBB, Ada Dapur Umum di Kemayoran dan Johar Baru dari Polres Jakpus

JAKARTA-Polres Jakarta Pusat mendirikan dapur umum di Kemayoran dan Johar Baru. Kegiatan ini dimaksud untuk membantu masyarakat mendapatkan makanan siap saji selama berlangsung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto menerangkan, sengaja memilih membangun dapur umum agar dapat membantu masyarakat yang terdampak PSBB.

“Ini sudah kami laksanakan mulai tadi pagi, ya rencananya pelaksanaan dapur umum ini akan kita laksanakan selama 20 hari kedepan dan akan kami lihat perkembangannya,” kata Heru di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Bantu Warga Terdampak PSBB, Polri Gelar Baksos di DKI Jakarta

Heru menambahkan, dapur ini sengaja didirikan karena kepedulian aparat Polri-TNI kepada masyarakat di wilayah hukumnya karena dengan penerapan PSBB membuat masyarakat kelas bawah sulit mencari nafkah.

“Ya jadi dapur umum ini diperuntukan untuk masyarakat lapisan bawah dan juga bagi masyarakat sekitar dapur umum. Dapur umum ini sengaja ditempatkan dilokasi yang masyarakatnya kira-kira membutuhkan bantuan” kata Heru.

Untuk tetap menjaga aturan social distancing, makanan itu akan diantar ke rumah warga oleh petugas. Sebab, kata Heru, jika tidak diantar kerumah masing-masing dikhawatirkan terjadi pelanggaran aturan jaga jarak selama membagikan makanan.

Baca juga: Hari Pertama Penerapan PSBB di Jakarta, 2304 Pelanggar Tak Pakai Masker

“Petugas yang akan mengantar makanan, mengambil di sini, kemudian diantar ke pemukiman penduduk yang memerlukan bantuan. Dengan demikian kami tetap bisa melayani kebutuhan sehari-hari mereka, sementara kami teteap dapat mematuhi aturan jaga jarak atau physical distancing”.

Sementara untuk Marbot Masjid, Heru berencana memberi mereka sembako dan juga makanan hasil dapur umum. Heru melihat para marbot ini kehilangan sebagian pemasukan karena saat ini masyarakat tidak melakukan salat di masjid.

“Jadi kami kasih sembako untuk meringankan beban mereka. Intinya para pengurus rumah ibadah ini harus dipenuhi kebutuhannya karena mereka juga terdampak akibat adanya penanganan Covid-19 ini,”.

(tvl)

Back to top button