POTPOURRIVeritas

Sejarah Terlupakan dari ‘Ketua Suku’ Para Radikal

Para orang tua pernah terbentuk menjadi kelompok radikal terorganisasi sebelumnya; dan kini pun mereka bisa lagi seperti itu

Oleh   : Susan J. Douglas

JERNIH– Pada pertengahan 1970-an, dia menjadi seorang selebritas nasional. Menjadi pembicara di seluruh negeri; melakukan perjalanan lebih dari 150 ribu kilometer setiap tahun, memberikan setidaknya 200 ceramah setahun.

Dia muncul di seluruh jaringan TV: “The Phil Donahue Show,” acara “Today Show” dan “The Tonight Show” beberapa kali dengan Johnny Carson. Pada tahun 1978, World Almanac menobatkannya sebagai salah satu dari 25 wanita paling berpengaruh di Amerika Serikat. Sesaat sebelum dia meninggal pada tahun 1995, ABC News memprofilkannya sebagai “Person of the Week.”

Maggie Kuhn, pendiri Grey Panthers, pada tahun 1972.

Dia adalah Maggie Kuhn, wanita yang 50 tahun lalu mendirikan Grey Panthers, sebuah gerakan untuk mendorong aktivisme–terkadang aktivisme radikal– di antara para orang tua di AS. Hari ini, baik Kuhn maupun gerakannya telah dilupakan. Tetapi misi mereka patut untuk diingat, diperingati dan bahkan mungkin dibangkitkan, terutama pada saat ini.

Dulu–seperti halnya saat ini–adalah masa aktivisme yang intens. Terinspirasi oleh demonstrasi atas nama kesetaraan ras dan gender, penentangan akan Perang Vietnam, Kuhn berkeras bahwa sudah saatnya masalah yang dihadapi lansia dimasukkan dalam agenda reformasi sosial. Semangatnya adalah untuk menghancurkan setiap stereotip yang dia bisa tentang orang yang lebih tua dan–sebagai seorang feminis seumur hidup, terutama wanita yang lebih tua.

Marah karena dipaksa keluar dari pekerjaannya pada usia 65 (dan bahkan lebih kesal karena hadiah perpisahannya adalah mesin jahit), dan lebih marah lagi oleh apa yang diperjuangkan para ahli gerontology (ilmu tentang penuaan) pada tahun 1970-an sebagai “teori pelepasan, dia mengambil sikap terhadap ageism.

Kuhn bukanlah jenis orang yang dengan terpaksa ‘mengundurkan diri’ karena dianggap telah tua. Dia adalah sosok yang membangkitkan semangat, dan pada akhir 1970-an, Grey Panthers memiliki 100.000 anggota di lebih dari 30 negara bagian.

Taktik mereka menggabungkan protes publik yang seringkali ingar bingar dan gaduh, lobi politik dan pengorganisasian teratur pada akar rumput. Mengenakan setelan Santa, mereka memilih sebuah department store untuk menekan kebijakan wajib pension, sehari sebelum Natal; memegang tanda-tanda yang menyatakan bahwa Santa terlalu tua untuk bekerja di sana. Menyikapi pengabaian American Medical Association terhadap masalah kesehatan lansia Amerika, mereka berpakaian seperti dokter dan perawat dan membuat “panggilan ke rumah”.

Prestasi terbesar mereka adalah membuat Kongres, pada tahun 1986, menolak usia pensiun wajib untuk sebagian besar pekerjaan.

Tetapi Grey Panthers juga memenangkan aksesibilitas yang lebih besar dalam transportasi massal, melawan usulan pemotongan untuk Jaminan Sosial dan Kesehatan, mengungkap pelanggaran di panti jompo dan, sebelumnya, mendesak perawatan kesehatan universal yang disubsidi pemerintah.

Kuhn juga mencela stereotip negatif yang merajalela tentang orang tua di media, menuduh,–dalam kesaksian di depan Kongres, bahwa “orang tua digambarkan sebagai bayi yang tergantung, tidak berdaya, dan keriput.”

Jadi Panthers memantau bagaimana orang tua digambarkan di televise– jika mereka muncul sama sekali– dan kemudian mengecam eksekutif di jaringan tv tersebut  karena merendahkan dan mengkarikaturkan para jompo.

Namun yang penting bagi agenda progresif Panthers adalah aliansi antargenerasi untuk mempromosikan masalah yang tetap menjadi perhatian mendesak saat ini: perumahan yang terjangkau, akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan, kesetaraan ras dalam pekerjaan, keadilan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Moto mereka adalah “ age and youth in action.” Kuhn juga blak-blakan tentang kerusakan akibat rasisme dan seksisme.

“Kami adalah ketua suku,” katanya. “Kami prihatin tentang warga suku yang masih hidup.”  Orang Amerika yang lebih tua, menurut Kuhn, “Paling bebas untuk melampaui minat khusus dan mencari kepentingan publik.”

Dia berbagi rumahnya di Philadelphia dengan para anggota “panther cubs“, para aktivis muda, dan menentang perumahan terpisah usia yang mengisolasi orang tua dari anak-anak muda. Dia sangat terganggu dengan bagaimana generasi diadu satu sama lain di media, dengan para lansia mendapatkan keuntungan yang tidak pantas mereka dapatkan.

Jadi mengapa dia dan Panthers dilupakan? Sebagian karena Kuhn adalah pemimpin yang karismatik sehingga begitu dia meninggal, organisasinya mulai bergeser. Dalam beberapa dekade sejak itu, telah terjadi pergeseran dari aktivisme di pihak orang tua ke bentuk kekuatan politik yang lebih terlembaga, yang pada gilirannya membuat organisasi itu jadi cenderung konservatif.

Dimulai pada 1980-an, American Association of Retired Persons memperluas dan membangun aktivitas lobi. Sekarang disebut AARP, berfokus hampir secara eksklusif pada masalah yang mempengaruhi orang tua, seperti usia dan menjaga jaring pengaman mereka. Majalahnya melawan stereotip tetapi menekankan aktualisasi diri, bukan aktivisme, pesan yang lebih aman dan seringkali lebih nyaman. Organisasi itu kini tidak berusaha untuk menyatukan tua dan muda atas nama upaya keadilan sosial yang lebih luas.

Hari ini kita sama-sama melihat betapa terbatasnya agenda yang lebih sempit itu.

Di satu sisi, banyak orang yang lebih tua, termasuk wanita yang lebih tua, lebih terlihat dan berkuasa dari sebelumnya. “Disengaged” adalah kata terakhir yang akan Anda gunakan tentang Nancy Pelosi, Maxine Waters atau Elizabeth Warren, belum lagi Joe Biden.

Di sisi lain, nasib penghuni panti jompo yang terkena pandemi virus corona–benar-benar bencana–menyingkapkan masih adanya ageism. Kita sama-sama melihat narasi tentang pandemi pit tua dan muda berseteru satu sama lain, dengan pemeran tua sebagai “dibuang” dan yang muda sebagai “tidak bertanggung jawab.”

Pada saat yang sama, kebijakan pemerintahan Trump yang kejam, merusak, dan memecah belah terus mengekspos ketidakadilan besar di negara kita di berbagai lini—ras, jenis kelamin, kelas, dan usia. Agenda aktivisme Kuhn, baik usia maupun remaja dalam aksi, sebenarnya kini menjadi lebih relevan, dan lebih penting, dari sebelumnya.

Kuhn dan Grey Panthers telah begitu dilupakan sehingga hampir sulit untuk mengingat masa ketika kelompok advokasi untuk orang tua mengejar visi yang lebih luas tentang masyarakat yang adil. Tetapi perlunya aliansi antargenerasi tidak hanya untuk menyelamatkan Jaminan Sosial, tetapi juga untuk mencapai perawatan kesehatan untuk semua, untuk memerangi perubahan iklim, untuk memerangi kekerasan berbasis ras, gender dan ketuaan, usia dan untuk mendorong ekonomi yang lebih adil dan manusiawi. Para orang tua pernah terbentuk menjadi kelompok radikal terorganisasi sebelumnya; dan kini pun mereka bisa lagi seperti itu. [The New York Times]

Susan J. Douglas adalah seorang penulis, kolumnis, kritikus budaya dan profesor studi komunikasi di University of Michigan. Dia adalah penulis “In Our Prime: How Older Women Are Reinventing the Road Ahead.”

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close