Solilokui

Mengapa Jumlah Infeksi Harian Covid-19 Masih Tinggi?

Pemda dan aparat harus memaksimalkan pemakaian masker di luar rumah dan pastikan ada sanksi sosial untuk pelonggaran. Pemakaian masker adalah tindakan bela negara dan manfaat untuk melindungi anggota komunitas yang lain.

Oleh   : Iqbal Elyazar, PhD*

JERNIH– Apa yang menjadi faktor yang mendorong kenaikan JUMLAH ORANG TERINFEKSI?

Iqbal Elyazar

Kenaikan jumlah orang terinfeksi dipengaruhi berbagai hal,  di antaranya :

1. Meningkatnya kesempatan interaksi antara orang yang terinfeksi dengan orang yang belum terinfeksi. Bergerak bebasnya orang terinfeksi yang belum tertangkap oleh sistem pelacakan merupakan resep untuk bencana. Semakin sedikit tracing, semakin banyak orang baru yang terinfeksi.

 2. Kemungkinan berubahnya virulensi virus SARS-COV-2 menjadi lebih ganas. Tapi status ini harus dibuktikan dengan data klinis dan data genetik.

3. Perilaku pencegahan (jaga jarak aman, pakai masker dengan benar, cuci tangan yang benar) oleh individu dan masyarakat tidak maksimal.

Apa faktor yang mendorong kenaikan JUMLAH ORANG POSITIF TERKONFIRMASI? Jumlah orang terinfeksi tidak sama dengan jumlah orang terkonfirmasi positif.

Kenaikan jumlah orang terkonfirmasi positif, tergantung kepada beberapa faktor, meliputi :

1. Apakah pemeriksaan orang yang datang ke rumah sakit meningkat?

2. Apakah orang yang terlacak dalam pelacakan dari kasus positif meningkat?

3. Apakah orang-orang yang diperiksa melalui survei-survei khusus meningkat di superspreading event?  Misalnya di kerumunan, perkantoran, pasar-pasar, pabrik-pabrik, perumahan-perumahan, sarana transportasi umum, pesantren, sarana pendidikan, sarana agama, dll.

4. Apakah kemampuan lab covid untuk memeriksa jumlah sampel meningkat, misalnya karena ada tambahan lab, tambahan alat dan tambahan tenaga?

5. Apakah semua lab COVID melaporkan angka positif mereka setelah pada hari-hari  sebelumnya tertunda?

Perlu kejelasan dari otoritas kesehatan dengan gugus tugas, dari jalur mana kontribusi kenaikan kasus itu terjadi, sehingga dapat menjelaskan apakah karena situasinya memang tambah parah, atau karena ada upaya penemuan/diagnosis/pelaporan yang lebih baik.

Apa upaya mengatasi COVID saat ini, setelah ‘kebakaran’ semakin meluas dan membesar? Solusinya tidaklah banyak, sehingga harus maksimal. Yaitu:

1. Pemda jangan merasa takut untuk memulai/memperpanjang dan mengulang PSBB. Restriksi mobilitas daerah resiko tinggi sekali (baik di tingkat kab/kota, kecamatan).

2. Pemda dan aparat memaksimalkan pemakaian masker di luar rumah dan pastikan ada sanksi sosial untuk pelonggaran. Pemakaian masker adalah tindakan bela negara dan manfaat untuk melindungi anggota komunitas yang lain.

3. Pemda mempercepat, perbanyak tracing kontak, pemeriksaan PCR dan segera diisolasi jika positif sehingga interaksi orang-orang tersebut di masa infektif mereka dapat dimininalkan.

4. Ajarkan isolasi diri yang benar di rumah tangga supaya tidak terjadi transmisi di dalam rumah.

5. Jujur dalam menjelaskan data dan situasi yang sesungguhnya adalah kunci mengatasi pandemi. Pengaturan data dan tertutupnya data yang sesungguhnya hanya menurunkan kewaspadaan masyarakat dan memberikan pesan yang salah kepada sesama aparat, sekaligus menurunkan kredibilitas penanganan covid.

Statistik pandemi haruslah statistik kebenaran, bukan dengan statistik pembenaran, apalagi pembegalan dan pengaturan statistik. [ ]

* Kolaborator Saintis LaporCOVID-19

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close