Solilokui

“Percikan Agama Cinta”: Menjadi Muslim “Ngefriend”

Muslim Ngefriend berarti sosok anak muda Muslim gaul sekaligus Islam banget. Itu berarti energi ruhaniah keislaman yang mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari selalu menyejukkan. Mereka bangga menjadi Muslim. Tapi pada saat bersamaan urusan “primordial”-nya sudah tuntas

JERNIH– Saudaraku,

Pernahkah engkau mendengar kata “Ngefriend“? Tengoklah. Dalam kamus gaul anak muda, kata ngefriend bermakna ngakrab, dekat, hangat, bersahabat, asyik. Gaul tapi ngakrab, gue banget; generasi gaul nggak mesti ngawur.

Kata ngefriend juga dimaknai dalam konteks pendidikan. Guru itu harus ngefriend sama murid, berarti asyik-ngakrab dan nemenin, tak jaim dan kaku. Artinya, seorang guru harus senantiasa menemani murid-muridnya menyelami hidup secara tulus, antusias, penuh cinta.

Deden Ridwan

Namun, secara filosofis, istilah ngefriend tak sekadar berkonotasi ngakrab, dekat, dan asyik, tapi lebih dari itu mengandung makna “keintiman” (intimacy). “Keintiman” adalah sebuah karakter dinamis: bergerak, mengalir, interaktif, rukun, bahagia, perekat, bergairah untuk maju (antusias), kemerdekaan ide, dan mudah beradaptasi dengan realitas sosio-kultural yang kompleks. Menyelusup relung-relung waktu, menembus batas.

Ketahuilah. Muslim Ngefriend berarti sosok anak muda Muslim gaul sekaligus Islam banget. Itu berarti energi ruhaniah keislaman yang mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari selalu menyejukkan. Mereka bangga menjadi Muslim. Tapi pada saat bersamaan urusan “primordial”-nya sudah tuntas.

Mereka terbang melampaui semesta (passing-over). Mencari makna dalam setiap dimensi kehidupan. Mereka adalah laskar muda yang sangat menyelami betul makna hadis Nabi Muhammad SAW ini: “Hikmah adalah barang hilang si Mukmin, maka pungutlah di mana pun kau temukan.”  Di sini hikmah bermakna kearifan sekaligus pengetahuan sebagai sebuah energi positif.

Renungkanlah. Muslim Ngefriend berarti menyelami agama secara asyik-masyuk. Ya, beragama bukan sekadar hubungan “hamba-tuan” yang menuntut ketaatan absolut seorang manusia dengan penuh ketakutan kepada Tuhan-nya.

Muslim Ngefriend adalah barisan anak-anak muda yang selalu diinspirasi cinta dan dibimbing ilmu dalam memaknai setiap nafas kehidupan. Mengalirkan darah keadaban.

Mereka selalu merindu pada Sang Pencipta yang Mahacinta. Sifat-sifat keagungan Tuhan yang kerap disimbolkan oleh kekuatan Mahaangker tunduk pada kelembutan cinta-Nya. Puncak dari proses itu, tiada lain, adalah akhlak mulia: berdamai dengan alam, menebar kebajikan, merawat keragaman, memuliakan manusia.

Lalu, apa makna esensial menjadi Muslim? Secara singkat, menjadi Muslim itu, ya ngefriend! Muslim Ngefriend keren abis. Idolanya adalah Nabi Muhammad SAW, sang nabi cinta.

Mereka adalah generasi “tengah-tengah” (wasathon). Di benaknya hanya memancar sifat-sifat tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), adil, dan tasamuh (toleran).

Mereka tak pernah ekstrem, baik dalam pikiran maupun tindakan. Muslim Ngefriend selalu memaknai Islam dalam konteks kebangsaan. Merawat dan menghargai eksistensi kelompok lain. Apa pun latar belakangnya. [Deden Ridwan]

Back to top button