Film ini mencoba meraih penonton generasi baru setelah jeda 14 tahun. Film ini menjanjikan sebuah “revolusi” emosional yang lebih dalam.
WWW.JERNIH.CO – Setelah penantian selama 14 tahun, Soraya Intercine Films secara mengejutkan merilis teaser poster untuk proyek terbaru mereka yang bertajuk 5 cm: Revolusi Hati.
Pengumuman di awal tahun 2026 ini langsung memicu gelombang nostalgia sekaligus rasa penasaran di kalangan penonton Indonesia, mengingat film pertamanya yang dirilis pada 12 Desember 2012 telah menjadi standar baru bagi film bertema petualangan dan persahabatan di tanah air.
Banyak spekulasi yang muncul mengenai format film ini. Berdasarkan informasi terkini, 5 cm: Revolusi Hati diposisikan sebagai sekuel sekaligus pengembangan dari semesta yang diciptakan oleh Donny Dhirgantoro.
Meski film pertamanya di tahun 2012 sukses besar dengan meraih sekitar 2,4 juta penonton dan pendapatan kotor mencapai Rp72 miliar, versi “Revolusi Hati” ini hadir untuk menjawab kerinduan penonton akan kelanjutan kisah Genta, Arial, Zafran, Ian, dan Riani.
Berbeda dengan latar Gunung Semeru yang ikonik, teaser terbaru memperlihatkan visual lautan biru dan sebuah kapal, yang mengisyaratkan bahwa perjalanan kali ini akan melintasi medan yang berbeda—kabarnya menuju keindahan Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Dinamika “revolusi” dalam judulnya merujuk pada pendewasaan karakter; jika dulu mereka bergelut dengan ego masa muda di puncak Mahameru, kini mereka dihadapkan pada realitas hidup, pekerjaan, dan cara menjaga.
Meskipun detail pemain untuk film terbaru ini masih disimpan rapat oleh pihak rumah produksi, ruh dari karakter-karakter buatan Donny Dhirgantoro tetap menjadi daya tarik utama.
Beberapa di antaranya Genta, sang pemimpin yang kini harus menyeimbangkan antara tanggung jawab dan mimpi kolektif sahabat-sahabatnya. Ada pula Zafran, si puitis yang tetap filosofis, mungkin dengan sudut pandang yang lebih matang terhadap cinta.
Kemudian Riani sosok cerdas yang selalu menjadi perekat emosional dalam grup. Ian, Arial, dan Dinda, masing-masing membawa konflik personal tentang pernikahan, karier, dan pencarian jati diri.
Kehadiran Pevita Pearce (pemeran Dinda di film pertama) yang ikut membagikan teaser ini di media sosialnya memberikan harapan besar bagi penggemar bahwa jajaran pemain orisinal akan kembali bersatu (reunion), sebuah tantangan besar mengingat kesuksesan karier masing-masing aktor saat ini.
Kehadiran 5 cm: Revolusi Hati adalah untuk menyentuh kembali sisi humanis yang sempat hilang dalam hiruk pikuk modernitas. Sang penulis, Donny Dhirgantoro, pernah mengungkapkan bahwa setiap manusia butuh “revolusi hati” untuk menyadari bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang mencapai puncak, tapi tentang dengan siapa kita mendaki.
Seperti kutipan legendaris yang tetap dipertahankan: “Di mana pun tempatnya, jika bersama sahabat, semua terasa indah.”
Secara teknis, film ini akan membawa standar visual yang jauh lebih megah dibanding pendahulunya. Dengan teknologi kamera dan drone terkini, penonton akan diajak merasakan sensasi immersive perjalanan lintas alam Indonesia yang lebih nyata.
Film ini bukan sekadar mengejar angka jutaan penonton seperti pendahulunya, melainkan sebuah pernyataan bahwa mimpi yang ditaruh “5 cm di depan kening” itu tidak akan pernah kadaluwarsa, tidak peduli berapa lama waktu telah berlalu.(*)
BACA JUGA: Film Timur, Iko Uwais Pulang, Membawa Luka, Tanah, dan Pertarungan
