Site icon Jernih.co

Alice Springs Membara: Kerusuhan Pecah Setelah Penangkapan Tersangka Pembunuh Bocah Aborigin

JERNIH – Gelombang kerusuhan hebat melanda kota terpencil Alice Springs di Northern Territory, Australia, pada Jumat (1/5/2026). Ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan petugas keamanan dan medis setelah polisi menangkap seorang pria yang diduga menjadi pelaku pembunuhan keji terhadap bocah perempuan Aborigin berusia lima tahun, Kumanjayi Little Baby.

Situasi mencekam ini memaksa otoritas setempat mengeluarkan imbauan darurat agar warga tetap tenang guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Kerusuhan bermula saat sekitar 400 orang mengepung Rumah Sakit Alice Springs, tempat tersangka bernama Jefferson Lewis (47) dibawa oleh polisi. Sebelumnya, warga lokal dilaporkan sempat menghakimi Lewis hingga pingsan sebelum polisi berhasil mengamankannya.

Massa yang marah menuntut adanya “payback”—sebuah istilah untuk hukuman fisik tradisional dalam budaya Aborigin. Mereka melemparkan proyektil dan menyulut api, yang mengakibatkan sejumlah petugas polisi serta tenaga medis terluka. Kendaraan polisi, ambulans, hingga truk pemadam kebakaran dilaporkan rusak berat dalam kekacauan tersebut. Polisi akhirnya terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kumanjayi Little Baby dilaporkan hilang dari rumahnya di pinggiran Alice Springs sejak Sabtu pekan lalu. Setelah pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan relawan di semak-semak lebat sekitar kota, jasad bocah malang tersebut akhirnya ditemukan pada Kamis (30/4/2026).

Komisaris Polisi Northern Territory, Martin Dole, menjelaskan bahwa tersangka Jefferson Lewis menyerahkan diri di salah satu kamp kota. “Begitu dia menyerahkan diri, warga di kamp tersebut memutuskan untuk main hakim sendiri terhadap Jefferson,” ungkap Dole.

Jefferson Lewis diketahui memiliki catatan kriminal masa lalu atas kasus kekerasan fisik dan baru saja bebas dari penjara. Demi menjaga keselamatannya dari amuk massa, polisi telah memindahkan Lewis ke ibu kota teritori, Darwin, pada Jumat pagi. Ia diperkirakan akan segera dijatuhi dakwaan dalam beberapa hari ke depan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bahwa dirinya memahami “kemarahan dan frustrasi” masyarakat, namun ia mendesak komunitas untuk bersatu dan menahan diri.

Seruan serupa datang dari Robin Granites, sesepuh Aborigin sekaligus juru bicara keluarga korban. “Pria ini sudah tertangkap berkat aksi komunitas. Sekarang kita harus membiarkan proses hukum berjalan sembari kita berduka untuk Kumanjayi Little Baby dan mendukung keluarga kami,” tegasnya.

Guna meredam eskalasi, Kepala Menteri Northern Territory, Lia Finocchiaro, mengumumkan larangan penjualan alkohol takeaway selama satu hari penuh. Selain itu, tambahan personel polisi dari Darwin akan segera dikirim ke Alice Springs untuk memperkuat pengamanan di kota wisata populer tersebut.

Exit mobile version