Persaingan AI fisik memanas! Nvidia resmi merilis platform Alpamayo secara open-source dan memulai produksi mobil pintar bersama Mercedes-Benz.
WWW.JERNIH.CO – Dalam ajang teknologi bergengsi CES di Las Vegas, CEO Nvidia, Jensen Huang, kembali membuat gebrakan besar. Mengenakan jaket kulit hitam ikoniknya, Huang memperkenalkan Alpamayo, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) revolusioner.
Alpamayo dirancang bukan sekadar untuk menjalankan perintah teknis, melainkan memberikan kemampuan “menalar” pada kendaraan otonom agar dapat beroperasi layaknya manusia.
Berbeda dengan sistem kemudi otomatis konvensional, Alpamayo membawa kemampuan kognitif tingkat tinggi ke dalam kabin. Teknologi ini memungkinkan mobil untuk memikirkan skenario langka yang belum pernah ditemui sebelumnya, menavigasi lingkungan perkotaan yang sangat padat secara aman, dan yang paling unik, mampu menjelaskan alasan di balik setiap keputusan mengemudi yang diambilnya.
Dalam sebuah demonstrasi video, terlihat Mercedes-Benz CLA bertenaga Alpamayo melintasi jalanan San Francisco dengan sangat alami karena sistem ini belajar langsung dari perilaku pengemudi manusia.

Nvidia tidak bergerak sendirian dalam mewujudkan visi ini. Mereka telah menjalin kemitraan strategis dengan raksasa otomotif Jerman, Mercedes-Benz, untuk memproduksi CLA bertenaga AI yang dijadwalkan segera mengaspal di Amerika Serikat, diikuti oleh pasar Eropa dan Asia.
Menariknya, Huang juga mengumumkan bahwa Alpamayo bersifat open-source. Kode dasarnya kini tersedia di platform Hugging Face, sehingga para peneliti di seluruh dunia dapat mengakses dan mengembangkannya secara gratis untuk mempercepat kemajuan transportasi masa depan.
Ambisi Nvidia pun merambah ke sektor layanan publik dengan rencana peluncuran Robotaxi pada tahun depan. Langkah berani ini memancing reaksi dari CEO Tesla, Elon Musk, yang menekankan bahwa mencapai kesempurnaan dalam sistem otonom adalah tantangan yang sangat berat, terutama dalam menangani sisa 1% kendala teknis yang paling rumit. Persaingan antara kedua raksasa teknologi ini pun diprediksi akan semakin sengit dalam memperebutkan dominasi pasar AI fisik.
Secara finansial, pengumuman ini semakin memperkokoh posisi Nvidia sebagai perusahaan publik paling berharga di dunia. Meskipun pasar sempat fluktuatif, kapitalisasi pasar Nvidia saat ini mencapai Rp70.200 triliun.
Bahkan pada Oktober lalu, valuasinya sempat menyentuh angka fantastis Rp78.000 triliun. Dengan inovasi Alpamayo dan chip generasi terbaru, Nvidia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen perangkat keras, melainkan pemimpin ekosistem kecerdasan buatan masa depan.(*)
BACA JUGA: Nvidia Caplok Groq Senilai Rp310 Triliun, Langkah Besar Menguasai Masa Depan AI