Jernih.co

Amazfit Active Max 2026, Smartwatch Spek Flagship Harga Menengah

Amazfit Active Max 2026 hadir mendobrak pasar dengan layar 3.000 nits dan peta offline yang biasanya hanya ada di seri premium. Apakah ini jam tangan sport paling worth it tahun ini? Simak ulasan lengkapnya.

WWW.JERNIH.CO –  Awal tahun 2026 menjadi momen penting bagi Amazfit dengan peluncuran Amazfit Active Max. Smartwatch ini hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang menginginkan fitur jam tangan sport profesional namun dalam paket desain yang lebih sleek dan harga yang lebih bersahabat dibandingkan seri rugged seperti T-Rex.

Berbeda dengan seri Active standar, varian “Max” ini mengusung peningkatan signifikan di tiga sektor utama: layar, penyimpanan, dan daya tahan baterai. Melalui model ini, Amazfit mencoba memposisikan diri sebagai jembatan sempurna antara smartwatch lifestyle harian dan sports watch kelas berat yang tangguh.

Salah satu daya tarik utama yang dihadirkan adalah fitur BioCharge Energy Score. Inovasi ini memberikan skor energi harian secara dinamis berdasarkan beban latihan, kualitas tidur, dan tingkat stres pengguna, sehingga sangat membantu dalam memutuskan kapan harus berlatih keras atau beristirahat.

Selain itu, bagi para petualang, jam ini kini mendukung Offline Maps & Ski Maps. Pengguna dapat mengunduh peta langsung ke pergelangan tangan, termasuk detail kontur untuk lebih dari 2.000 resor ski di seluruh dunia, menjadikannya rekan navigasi yang andal tanpa perlu bergantung pada sinyal ponsel.

Menengok ke sisi teknis, Amazfit Active Max dibekali layar 1.5-inci AMOLED dengan resolusi tajam 480 x 480 piksel. Keunggulan mutlaknya terletak pada tingkat kecerahan yang mencapai 3.000 nits, angka yang sangat tinggi dan setara dengan jam tangan flagship mahal seperti Apple Watch Ultra 3.

Dengan kecerahan ini, visibilitas di bawah terik matahari tidak lagi menjadi kendala. Layar menawan ini dibungkus dengan bingkai Aluminium Alloy yang dipadukan dengan case polimer, menjaga bobot tetap ringan namun tetap memiliki durabilitas tinggi untuk penggunaan ekstrem.

Untuk mendukung aktivitas jangka panjang, Amazfit menyematkan baterai berkapasitas 658 mAh yang mampu bertahan hingga 21-25 hari dalam penggunaan normal. Sektor penyimpanan pun diperluas menjadi 4GB, yang memungkinkan pengguna menyimpan hingga 100 jam musik atau podcast untuk didengarkan saat berolahraga tanpa membawa ponsel.

Dari sisi akurasi data, jam ini mengandalkan BioTracker 6.0 PPG untuk pemantauan kesehatan yang lebih presisi serta dukungan 5 sistem satelit navigasi guna memastikan pelacakan rute yang akurat di berbagai medan, baik di tengah kota maupun di pegunungan.

Secara desain, Amazfit Active Max tetap menjaga bobotnya tetap ringan di angka 39,5 gram (tanpa strap), menjadikannya sangat nyaman untuk dipakai tidur atau lari maraton. Penggunaan layar 1.5 inci memberikan ruang pandang yang jauh lebih luas untuk membaca data statistik saat bergerak.

Yang paling impresif adalah manajemen dayanya. Dengan kapasitas 658 mAh, jam ini mampu bertahan hampir sebulan dalam sekali pengisian. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan GPS secara terus-menerus akan memangkas daya hingga sekitar 64 jam—angka yang tetap sangat solid untuk pelari ultra-trail.

Tidak hanya unggul di sektor perangkat keras, Amazfit Active Max 2026 juga membawa ekosistem perangkat lunak yang cerdas. Fitur AI Zepp Coach hadir sebagai asisten pribadi bagi para pelari, memberikan rencana latihan yang dipersonalisasi dan adaptif sesuai dengan kemajuan fisik penggunanya.

Bagi mereka yang lebih sering menghabiskan waktu di pusat kebugaran, fitur Intelligent Strength Training mampu mendeteksi secara otomatis hingga 25 jenis gerakan angkat beban. Jam tangan ini secara presisi menghitung repetisi, set, hingga waktu istirahat, sehingga pengguna bisa lebih fokus pada latihan tanpa harus terus-menerus menyentuh layar ponsel untuk mencatat progres.

Konektivitas menjadi aspek lain yang sangat diperhatikan pada model tahun 2026 ini. Amazfit Active Max telah dilengkapi dengan mikrofon dan speaker terintegrasi yang mendukung Bluetooth Calling serta asisten suara, memudahkan komunikasi saat pengguna sedang dalam mobilitas tinggi.

Bagi atlet yang membutuhkan data lebih mendalam, jam ini juga mendukung konektivitas ke perangkat eksternal seperti sabuk detak jantung (heart rate belt) dan cycling power meter melalui koneksi Bluetooth yang stabil. Fleksibilitas ini memastikan bahwa perangkat ini tidak hanya sekadar aksesori gaya hidup, tetapi juga alat pendukung olahraga yang serius.

Di pasar Indonesia, Amazfit Active Max dibanderol dengan harga resmi Rp2.899.000. Angka ini tergolong sangat kompetitif di tahun 2026, mengingat fitur-fitur yang ditawarkan biasanya hanya ditemukan pada jam tangan sport kelas atas yang harganya bisa melampaui 5 juta rupiah.

Dengan proposisi nilai tersebut, jam tangan ini menjadi pilihan utama bagi berbagai kalangan. Para pelari dan penggiat outdoor akan sangat terbantu dengan GPS akurat dan peta luring, sementara para bodybuilder mendapatkan kemudahan pencatatan latihan otomatis. Bahkan bagi pekerja lapangan, layar 3.000 nits menjadi solusi konkret agar informasi tetap terbaca jelas di bawah terik matahari.

Meski menawarkan paket yang lengkap, Amazfit Active Max harus menghadapi persaingan ketat di segmen “Entry-level Pro”. Pesaing utamanya, Garmin Forerunner seri 165 atau 265, masih memegang keunggulan dalam kedalaman ekosistem data atletik, meskipun dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Huawei Watch GT 5 muncul sebagai rival kuat dari aspek desain premium dan sensor kesehatan yang estetis, walau Amazfit seringkali lebih unggul dalam hal integrasi aplikasi pihak ketiga seperti Strava. Sementara itu, bagi pelari murni yang mengutamakan akurasi GPS di atas segalanya, Coros Pace 4 menjadi alternatif tangguh, meski harus mengorbankan fitur pintar seperti panggilan Bluetooth yang dimiliki oleh Active Max.(*)

BACA JUGA: Google Pixel Watch 4 Membawa AI ke Tubuh Anda

Exit mobile version