Crispy

Amerika Anggarkan Rp11 T untuk Rudal Hipersonik Darat

WASHINGTON – Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) akhir tahun ini bakal menguji coba beberapa rudal hipersonik darat. Senjata hipersonik tersebut mampu terbang lima kali kecepatan suara dan beroperasi pada ketinggian yang berbeda-beda. Sehingga menjadikannya unik dari rudal lain dengan lintasan balistik.

Para pemimpin matra darat Pentagon meminta mengangarkan sebanyak 1,7 miliar dolar atau sekitar Rp24,1 triliun untuk mengembangkan presisi jarak jauh tersebut. Dengan 800 juta dolar AS (Rp11 triliun) disisihkan untuk hipersonik. 

“Permintaan terbaru akan membantu mengaktifkan baterai rudal hipersonik pada tahun 2023,” ujar Sekretaris Angkatan Darat, Ryan D. McCarthy seperti ditulis armyrecognition.com, Minggu (8/3/2020).

Pengembangan rudal hipersonik tersebut berada pada program Long Range Hypersonic Weapon (LRHW). Bahkan untuk prototipe pertama sistem senjata hipersonik, direncanakan selesai pada Tahun Anggaran 2023.

Nantinya, bakal dilengkapi dengan sistem peluncuran truk berbasis darat, yang dipersenjatai dengan rudal hipersonik, yang dapat melakukan perjalanan lebih dari 3.800 mil (6.150 km) per jam. 

“Mereka dapat mencapai puncak atmosfer bumi dan tetap berada di luar jangkauan sistem pertahanan udara dan rudal sampai mereka siap menyerang, dan saat itu sudah terlambat untuk bereaksi,” kata Ryan. 

“Sangat akurat, cepat, bermanuver, dan dapat bertahan, hipersonik dapat menyerang di mana saja di dunia dalam hitungan menit,” Ryan menambahkan. 

Untuk baterai, gugus tugas, dan Angkatan Darat AS, lanjut Ryan, pihaknya menyediakan senjata strategis penting dan pencegah yang kuat terhadap kemampuan musuh.

Untuk mengatasi ancaman-ancaman, Angkatan Darat AS mempercepat penempatan senjata hipersonik jangka panjangnya pada tahun fiskal 2023.

Diketahui, pada bulan Februari 2020, Angkatan Darat AS telah menampilkan model skala Senjata Hipersonik Jangka Panjang (LRHW). [Fan]

Back to top button