- “Kita sedang menjalani Armageddon informasi — krisis di balik semua krisis — yang didorong oleh teknologi ekstraktif dan predator yang menyebarkan kebohongan lebih cepat daripada fakta,” kata Maria Ressa.
- Pergeseran Jam Kiamat terjadi setelah konsultasi dengan Dewan Doomsday Clock yang mencakup delapan perain Nobel.
JERNIH — Bulletin of the Atomic Scientist mengatakan ‘Jam Kiamat’ bergeser ke 85 detik menuju tengah malam, posisi terdekat yang pernah ada, akibat ancaman senjata nuklir yang kian nyata, perubahan iklim, dan disinformasi.
‘Jam Kiamat’ adalah jam metaforis yang menggambarkan seberapa dekat umat manusia dengan bencana global yang bergerak dari sebelumnya ke tengah malam pada Selasa 27 Januari 2026, seiring meningkatnya ancaman.
Bulletin of Atomic Scientist, yang menetapkan jam metaforis ini pada awal Perang Dingin, menggeser waktunya ke 85 deik menuju tengah malam, atau empat detik lebih dekat dibanding setahun lalu.
Pergeseran ini terjadi setahun setelah Donald Trump menjalani masa jabatan kedua sebagai presiden AS. Selama satu tahun itu Trump menghancurkan tatanan global, termasuk memerintahkan serangan unilateral dan menarik diri dari sejumlah organisasi internasional.
Trump menciptakan dunia tanpa tatanan. Harapannya, AS menjadi satu-satunya predator yang menegakan kepentingannya dengan menyerang semua negara yang dianggap lemah.
“Rusia, Tiongkok, AS, dan negara-negara besar lainnya, menjadi semakin agresif bermusuhan dan nasionalistik,” demikian pernyataan yang diumumkan saat pergeseran ‘Jam Kiamat.
Pergeseran Jam Kiamat terjadi setelah konsultasi dengan Dewan Doomsday Clock yang mencakup delapan perain Nobel.
“Kesepahaman global yang diraih susah payah sedang runtuh, mempercepat persaingan kekuatan besar yang mengutamakan pemenang dan melemahkan kerja sama internasional yang sangat penting untuk mengurangi risiko perang nuklir, perubahan iklim, penyalahgunaan bioteknologi, potensi ancaman kecerdasan buatan, dan bahaya apokaliptik lainnya,” lanut peryataan Bulletin of Atomic Scientist.
Dewan Doomsday Clock memperingatkan peningkatan risiko perlombaan senjata nuklir, dengan perjanjian pengurangan senjata New START antara Washington-Moskwa yang akan berakhir pekan depan dan Trump mendorong sistem pertahanan rudal ‘Golden Dome’. Trump akan memiliterisasi ruang angkasa.
Kelompok tersebut juga menyoroti kekeringan, gelombang panas, dan banjir yang terkait dengan pemanasan global, serta kegagalan negara-negara untuk mengadopsi perjanjian yang berarti untuk mengatasinya.
“Kita sedang menjalani Armageddon informasi — krisis di balik semua krisis — yang didorong oleh teknologi ekstraktif dan predator yang menyebarkan kebohongan lebih cepat daripada fakta dan mengambil keuntungan dari perpecahan kita,” kata Maria Ressa, jurnalis investigasi Filipina dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian.
Para anggota dewan telah memperingatkan lebih lanjut tentang keretakan kepercayaan global. “Jika dunia terpecah menjadi pendekatan ‘kita melawan mereka’, pendekatan zero-sum, hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa kita semua akan kalah,” kata Daniel Holz, ketua dewan sains dan keamanan kelompok tersebut.
Buletin Ilmuwan Atom didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, Robert Oppenheimer, dan ilmuwan nuklir Proyek Manhattan lainnya seperti Eugene Rabinowitch dan Hyman Goldsmith pada akhir tahun 1945.
Mulai tahun 1947, kelompok advokasi ini menggunakan jam untuk melambangkan potensi dan bahkan kemungkinan orang melakukan sesuatu untuk mengakhiri umat manusia.
Pada akhir Perang Dingin pada tahun 1991, jam tersebut berada pada titik terjauhnya, yaitu 17 menit sebelum tengah malam. Selama beberapa tahun terakhir, untuk mengatasi perubahan global yang cepat, kelompok tersebut telah beralih dari menghitung mundur menit hingga tengah malam menjadi detik.
Kelompok tersebut mengatakan jam tersebut dapat diputar kembali jika para pemimpin dan negara bekerja sama untuk mengatasi risiko eksistensial.
