Site icon Jernih.co

AS Luncurkan Meme Trump Gandeng Penguin Greenland, Media Cina Mengejek

JERNIHGedung Putih menggunakan meme populer Penguin Nihilis untuk mengkampanyekan upaya menguasai Greenland. Xinhua, kantor berita Tiongkok, mengejek sambil memberi edukasi; “Penguin nggak hidup di Greenland.”

Sabtu 24 Januari laman Gedung Putih di X menampilkan seekor penguin bernama Adele sendirian meninggalkan koloninya, berjalan menuju pegunungan es yang jauh. Gambar Donald Trump, yang dihasilkan teknologi AI, muncul dan memimpin burung tak bisa terbang itu berjalan sepanjang dataran tertutup es menuju pegunungan berbendera Greenland di atasnya. Di sayap Adele terdapat bendera AS. Keterangan di bawah gambar berbunyi; “Rangkul penguin.”

Kampanye Gedung Putih itu menyita perhatian dunia. Xinhua, kantor berita Tiongkok, menanggapinya dengan mengejek dan memberikan edukasi kepada Gedung Putih bahwa penguin tidak hidup di Greenland yang terletak di Belahan Bumi Utara. Hanya penguin Galapagos yang dapat ditemukan di utara khatulistiwa.

Seorang jurnalis Tiongkok mengatakan; “Bahkan jika ada penguin di Greenland, akan seperti ini,” yang disertai video buatan AI yang menampilkan Trump — mengenakan kostum Paman Sam dan memegang tongkat baseball — menyeret seekor penguin yang terikat tali.

Gambar asli ‘Penguin Nihilis’ diambil dari film dokumenter tahun 2007 karya sutradara Jerman Werner Herzog tentang Antartika, berjudul ‘Encounters at the End of the World,’ dan baru viral di internet awal tahun ini.

Adegan tersebut telah menginspirasi banyak meme, dan pengguna telah membuat berbagai interpretasi tentangnya: mulai dari komentar tentang kesepian dan krisis eksistensial hingga metafora pemikiran independen dan pemberontakan.

Awal pekan ini, Trump mengumumkan bahwa “kerangka kerja” untuk kesepakatan Greenland, yang dinegosiasikan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, kini telah tersedia dan akan memberi AS “semua akses militer yang kita inginkan.”

Kesepakatan itu dilaporkan memberikan AS “wilayah pangkalan berdaulat” di pulau terbesar di dunia dan mempercepat hak untuk menambang mineral langka.

Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki rencana mengeksploitasi perpecahan yang terjadi antara AS dan Uni Eropa terkait Greenland.

“Tiongkok mengikuti kebijakan luar negeri independen yang damai. Kami melakukan pertukaran persahabatan dengan negara lain berdasarkan rasa saling menghormati dan kesetaraan,” katanya.

Exit mobile version