Site icon Jernih.co

Asap Karhutla Lintas Batas: Kualitas Udara Malaysia Memburuk, Kasus Asma Melonjak 259 Persen

JERNIH — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali meluas di pulau Kalimantan kini menjelma menjadi isu diplomasi lingkungan dan kesehatan lintas batas negara (transboundary haze). Kian memburuknya kabut asap yang menyeberang ke wilayah tetangga memicu sorotan tajam dari jajaran media serta otoritas kesehatan Malaysia.

Berdasarkan pemantauan satelit terbaru, total terdapat 1.842 titik panas (hotspot) yang tersebar di lima provinsi di Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi wilayah penyumbang terbanyak, dengan 976 titik panas disusul Kalimantan Barat 489 titik panas, Kalimantan Timur 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik panas serta Kalimantan Utara 15 titik panas

Sebaran kabut asap pekat memicu penurunan drastis kualitas udara di berbagai kawasan Semenanjung maupun Negeri Sarawak. Data Sistem Pengelolaan Indeks Perencanaan Udara Malaysia (APIMS) mencatat Indeks Pencemaran Udara (Air Pollutant Index/API) di tujuh kota besar telah menyentuh level Tidak Sehat (di atas angka 100).

Media nasional Malaysia, Malay Mail, melaporkan bahwa Sarawak menjadi wilayah yang paling parah terdampak paparan asap Kalimantan karena berbatasan langsung secara geografis.

Wilayah / KotaSkor Indeks Pencemaran Udara (API)Status Kualitas Udara
Serian (Sarawak)194Tidak Sehat
Kuching (Sarawak)183Tidak Sehat
Sri Aman (Sarawak)177Tidak Sehat
Samarahan (Sarawak)175Tidak Sehat
Johan Setia (Selangor)157Tidak Sehat
Sungai Petani (Kedah)146Tidak Sehat
Taiping (Perak)121Tidak Sehat

ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) turut memperingatkan bahwa potensi penebalan kabut asap masih berpeluang meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring bertambahnya sebaran titik api di wilayah kering.

Dampak pemaparan kabut asap lintas batas ini berimbas langsung pada kesehatan masyarakat. Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, membeberkan hasil pemantauan epidemiologi nasional yang menunjukkan adanya lonjakan drastis pada kasus gangguan pernapasan.

Sebagaimana dilaporkan harian The Star, kasus serangan asma di Malaysia tercatat melonjak hingga 259 persen dengan total 219 kasus aktif, sementara kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melambung 124 persen hingga menyentuh 3.647 kasus. Di sisi lain, kasus iritasi mata (konjungtivitis) mencatatkan penurunan menjadi 146 kasus.

“Kementerian Kesehatan Malaysia memberikan peringatan keras dan mengimbau kelompok rentan—khususnya anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis saluran pernapasan—untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan waspada penuh saat indikator API berada pada kategori tidak sehat,” tegas Dr Dzulkefly.

Eskalasi kabut asap ini kembali mendesak penguatan sinergi tanggap darurat penanganan karhutla di tingkat regional ASEAN guna menekan laju kebakaran lahan sebelum dampak ekonomis dan kesehatannya kian meluas.

Exit mobile version