Site icon Jernih.co

Bersama 7 Negara Muslim, Indonesia Kutuk Keras Israel atas Pembakaran Masjid di Tepi Barat Palestina

Foto: Getty

JERNIH — Pemerintah Indonesia bersama tujuh negara mayoritas Muslim lainnya mengecam keras eskalasi kekerasan di Tepi Barat. Indonesia dan poros kekuatan Muslim dunia secara resmi menyatakan meminta pertanggungjawaban penuh Israel atas aksi teror pembakaran dua masjid milik warga Palestina oleh kelompok pemukim ilegal Yahudi.

Menteri Luar Negeri dari delapan negara Muslim—termasuk raksasa regional seperti Arab Saudi dan Turki—merilis pernyataan bersama yang mengutuk pembiaran yang dilakukan oleh otoritas Tel Aviv.

“Para menteri menyatakan bahwa Israel — sebagai kekuatan pendudukan — bertanggung jawab penuh atas serangan-serangan ini,” bunyi pernyataan bersama delapan negara Muslim tersebut, Kamis waktu setempat. Kedelapan negara itu yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Qatar dan Pakistan.

Para diplomat tinggi dari delapan negara ini menggarisbawahi bahwa aksi vandalisme berdarah tersebut merupakan bagian dari eskalasi kekerasan sistemik yang sengaja ditargetkan untuk mengusir warga sipil Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Kronologi Pembakaran Masjid dan Jejak Geng Ekstremis “Hilltop Youth”

Aksi pembakaran tempat ibadah tersebut terjadi di dua desa yang bertetangga di Tepi Barat, yakni Desa Jiljiliya (sebelah utara Ramallah) dan Desa Mazari an-Nubani. Jurnalis kantor berita AFP di lokasi kejadian melaporkan dinding-dinding kedua masjid hangus terbakar dan dipenuhi coretan grafiti provokatif. Grafiti pada dinding masjid ditulis menggunakan bahasa Ibrani yang berbunyi “Pembalasan” dan “Salam dari Hilltop Youth”.

Siapa Hilltop Youth? Mereka adalah kelompok ekstremis sayap kanan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat yang terkenal kerap melakukan serangan fisik, perusakan properti, hingga pengusiran paksa terhadap komunitas Palestina.

Pihak militer Israel (IDF) mengonfirmasi adanya insiden pembakaran dan grafiti tersebut, namun mereka berdalih belum bisa mengidentifikasi siapa pelaku di balik serangan keji tersebut.

Insiden pembakaran masjid ini menambah panjang daftar hitam kejahatan kemanusiaan di Tepi Barat yang diduduki Israel. Sejak pecahnya Perang Gaza pada 2023 hingga agresi militer AS-Israel ke Iran belakangan ini, gelombang serangan pemukim ilegal terhadap warga Palestina terus meroket tajam tanpa ada tindakan hukum yang berarti dari pemerintah Benjamin Netanyahu.

Melalui kesepakatan bersama ini, Indonesia bersama aliansi negara Muslim mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan segera menghentikan impunitas hukum yang selama ini dinikmati oleh Israel atas pelanggaran hukum internasional yang terus berulang.

Exit mobile version