Jernih.co

Doctor Who 202, Era Baru Tanpa Disney dan Kembalinya Sang Legenda

 
Setelah dua musim penuh kemewahan visual bersama Disney+, Doctor Who resmi kembali ke pangkuan BBC secara mandiri pada 2026. Apakah ini langkah nostalgia yang jenius atau sekadar upaya penyelamatan rating?

WWW.JERNIH.CO –  Serial fiksi ilmiah legendaris asal Inggris Doctor Who tengah berada di titik balik yang sangat krusial. Setelah kemitraan besar dengan Disney+ yang sempat membawa angin segar dalam hal anggaran dan skala produksi, BBC secara resmi mengumumkan bahwa kerja sama tersebut berakhir.

Bagi Anda yang baru mendengar namanya, Doctor Who adalah serial televisi fiksi ilmiah paling lama di dunia yang diproduksi oleh BBC. Produk hiburan ini pertama kali tayang pada tahun 1963 dan berpusat pada petualangan seorang Time Lord yang dikenal sebagai “The Doctor”. Tokoh ini menjelajahi ruang dan waktu menggunakan mesin waktu berbentuk kotak telepon polisi biru yang disebut TARDIS.

Salah satu keunikan utama produk ini adalah konsep “Regenerasi”, di mana sang Doctor dapat mengubah bentuk fisik dan kepribadiannya ketika terluka parah. Hal inilah yang membuat serial ini mampu bertahan selama lebih dari 60 tahun dengan aktor yang berganti-ganti, namun tetap mempertahankan satu kesinambungan cerita yang sama.

Setelah berjalan selama dua musim (Musim 14 dan 15) dengan dukungan pendanaan besar dari Disney+, kemitraan global ini resmi berakhir pada tahun 2025. Meskipun kolaborasi tersebut menghasilkan visual yang memukau dan jangkauan internasional yang lebih luas melalui layanan streaming Disney, performa rating yang fluktuatif kabarnya menjadi salah satu alasan penghentian kerja sama.

Mulai tahun 2026, BBC kembali memegang kendali penuh atas produksi dan distribusi Doctor Who. Zai Bennett, pimpinan di BBC Studios, menegaskan bahwa meskipun anggaran mungkin tidak lagi sefantastis saat bersama Disney, komitmen BBC terhadap masa depan Sang Doctor tetap tidak tergoyahkan. Kabar baiknya, serial ini tidak akan berhenti; justru ia sedang bersiap untuk regenerasi lainnya.

Kejutan terbesar yang menjadi bahan pembicaraan hangat di awal 2026 adalah hasil akhir dari musim ke-15 (yang tayang pada 2025). Dalam episode final berjudul “The Reality War”, Doctor ke-15 yang diperankan oleh Ncuti Gatwa secara mengejutkan bergenerasi. Namun, bukan aktor baru yang muncul, melainkan wajah yang sangat familiar bagi para penggemar setia: Billie Piper.

Billie Piper sebelumnya dikenal sebagai Rose Tyler, pendamping Doctor paling ikonik di awal era modern (2005). Kehadirannya kembali sebagai sosok Sang Doctor (bukan sebagai Rose) memicu teori liar di kalangan Whovians. Apakah dia benar-benar Doctor ke-16, ataukah ini sebuah anomali waktu? Russell T Davies, sang showrunner, telah mengonfirmasi bahwa ia sedang menulis Spesial Natal 2026 yang akan menjelaskan misteri besar ini.

Selain serial utamanya, tahun 2026 juga akan dimeriahkan oleh serial spin-off berjudul The War Between the Land and the Sea. Serial ini akan berfokus pada konflik antara manusia (melalui organisasi UNIT) dengan musuh klasik yakni Sea Devils. Ini menunjukkan bahwa meskipun kehilangan dukungan Disney, BBC justru semakin ambisius dalam memperluas mitologi Doctor Who menjadi sebuah jagat sinematik yang lebih luas.

Secara keseluruhan, Doctor Who di tahun 2026 adalah tentang kemandirian dan keberanian untuk bereksperimen. Dengan kembalinya kendali ke tangan BBC dan plot yang sangat berisiko melibatkan Billie Piper, serial ini membuktikan bahwa setelah enam dekade, ia masih memiliki kemampuan untuk mengejutkan dunia.(*)

BACA JUGA: BBC Minta Maaf kepada Trump, Tolak Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Exit mobile version