Jernih.co

Drama Red Flag dan Aksi Salip Menegangkan Veda Ega di GP Brasil

Dengan sisa hanya 5 lap pasca-restart, Veda melancarkan strategi ‘eksekusi tanpa ampun’. Menyalip nama-nama besar di tikungan terakhir hingga manuver late braking yang membuat jantung berdegup kencang.

WWW.JERNIH.CO – Pemuda asal Gunungkidul itu meraih tahta di sirkuit Brasil. Adalah Veda Ega Pratama yang pada seri kedua Moto3 musim 2026 yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3/2026), berhasil naik ke podium ketiga.

Pencapaian ini adalah podium pertama dalam sejarah bagi pebalap Indonesia di kancah Grand Prix kelas Moto3.

Meski mengawali balapan di posisi ke-10, Veda sebenarnya memulai balapan dari posisi ke-4 setelah kualifikasi yang impresif. Namun, dinamika balapan Moto3 yang sangat agresif sempat membuat Veda “diosak-asik” oleh pebalap lain. Pada lap-lap awal, ia sempat merosot ke posisi 9, bahkan terlempar hingga posisi ke-10 pada lap ke-12.

Saat balapan memasuki fase kritis di lap ke-13, pemimpin lomba David Almansa mengalami kecelakaan hebat setelah ditekan oleh Maximo Quiles. Insiden ini, ditambah jatuhnya Scott Ogden, memaksa Race Director mengibarkan Red Flag (bendera merah).

Balapan pun dihentikan sementara. Di sinilah mentalitas Veda diuji; saat restart untuk sisa 5 lap terakhir, ia harus memulai perjuangan kembali dari posisi ke-10 berdasarkan urutan terakhir sebelum bendera dikibarkan.

Strategi Veda setelah balapan dimulai kembali sangat jelas: agresivitas total. Sebelum red flag, Veda mengakui sempat kesulitan dengan manajemen ban belakang yang mulai aus. Namun, jeda balapan memberinya kesempatan untuk mengganti ban baru.

Dengan hanya 5 lap tersisa, ia tidak lagi memikirkan penghematan ban. Ia menggunakan strategi late braking (mengerem sedalam mungkin sebelum tikungan) untuk menutup celah. Keunggulannya di sektor lurus dan keberaniannya masuk ke sisi dalam tikungan menjadi kunci utama. Ia tahu bahwa dalam balapan pendek, setiap detik adalah pertaruhan, dan ia memilih untuk terus menekan sejak lampu hijau menyala.

Satu per satu lawan tangguh berhasil ia lewati. Veda menunjukkan kelasnya dengan menyalip beberapa pebalap muda berbakat Eropa. Nama-nama seperti Adrian Fernandez dan Valentin Perrone sempat ia asapi di putaran awal setelah restart.

Drama paling menegangkan terjadi di lap terakhir. Veda yang berada di posisi keempat terus menempel ketat Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo). Di sektor terakhir menuju garis finis, Veda melakukan manuver berani yang bersih, mengambil jalur dalam dan berhasil menyalip Carpe. Ia pun mengamankan posisi ketiga di belakang duo CFMoto Aspar Team, Maximo Quiles dan Marco Morelli.

Usai balapan, Veda tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.   “Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang karena di balapan kedua saya di Grand Prix ini, saya bisa mendapatkan podium. Sebelum bendera merah, saya sejujurnya sempat kesulitan mengendalikan ban belakang. Namun, setelah restart dengan ban baru, saya mencoba untuk nge-push di setiap lap karena balapan hanya 5 lap. Terima kasih untuk seluruh rakyat Indonesia yang sudah mendukung saya,” ujarnya.

Pencapaian ini menempatkan Veda di posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 dengan total 27 poin. Sebuah awal musim yang fantastis bagi sang “Roket Moto3” dari Indonesia.(*)

BACA JUGA: Debut Sensasional Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand 2026

Exit mobile version