Edisi ke-125 Roland Garros Dimulai Grand Slam Berhadiah Rp1,26 Triliun

Turnamen Grand Slam paling menantang, Roland Garros 2026 resmi bergulir hari ini di Paris. Tanpa Carlos Alcaraz yang cedera, Jannik Sinner siap bertarung di atas rali panjang clay court demi memperebutkan hadiah juara Rp57,4 Miliar.
WWW.JERNIH.CO – Hari ini, Minggu, 24 Mei 2026, perhatian dunia olahraga resmi tertuju ke Paris, Prancis. Turnamen tenis paling melelahkan dan penuh drama, Roland Garros (French Open), resmi dimulai. Menandai edisi sejarah yang ke-125, turnamen legendaris ini kembali menjanjikan pertarungan fisik dan mental yang luar biasa di atas permukaan tanah liat (clay court).
Bagi para pencinta tenis, Roland Garros bukan sekadar turnamen, melainkan sebuah ujian ketahanan ekstrem yang membedakannya dari tiga Grand Slam lainnya.
Ada alasan kuat mengapa Roland Garros dianggap sebagai Grand Slam paling menantang di dunia. Perbedaan utamanya terletak pada permukaan lapangan. Dibandingkan dengan Australian Open dan US Open (lapangan keras) atau Wimbledon (lapangan rumput), tanah liat di Paris memiliki karakteristik unik.
Lapangan tanah liat memperlambat laju bola setelah memantul, namun menghasilkan efek putaran (spin) yang sangat tinggi. Hal ini membuat pukulan service keras yang biasanya mematikan menjadi lebih mudah dikembalikan.
Karena bola bergerak lebih lambat, poin tidak bisa didapatkan dengan instan. Para pemain harus terlibat dalam rali panjang yang menguras fisik, mengandalkan strategi, kesabaran, dan ketahanan stamina yang luar biasa.
Lapangan ini menuntut pemain menguasai teknik meluncur di atas tanah liat untuk menjangkau bola, sebuah seni pergerakan kaki yang tidak ditemukan di lapangan lain.
Federasi Tenis Prancis (FFT) mengumumkan total hadiah (prize pool) untuk edisi 2026 ini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu Rp 1,26 Triliun alias naik sebesar 9,53% dari tahun lalu.
Bagi para pemain yang berhasil keluar sebagai juara di sektor Tunggal Putra maupun Tunggal Putri, masing-masing akan membawa pulang hadiah sebesar Rp57,4 Miliar. Peningkatan hadiah yang signifikan juga diberikan kepada pemain yang gugur di babak-babak awal guna membantu finansial petenis berperingkat lebih rendah.
Tahun ini, persaingan di sektor tunggal putra sangat terbuka lebar setelah juara bertahan Carlos Alcaraz terpaksa mundur akibat cedera pergelangan tangan. Posisi unggulan utama kini ditempati oleh petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, yang berambisi melengkapi gelar Career Grand Slam-nya.
Ia ditantang keras oleh maestro tenis Novak Djokovic yang mengincar gelar Roland Garros keempatnya, serta Alexander Zverev. Di sektor tunggal putri, Aryna Sabalenka menjadi salah satu unggulan teratas bersama sang juara bertahan, Coco Gauff.
Selain jalannya pertandingan, Roland Garros menyimpan berbagai fakta unik yang selalu menarik perhatian penonton dunia.
Warna oranye merah ikonik lapangan ini sebenarnya bukan berasal dari tanah liat murni. Lapangan ini terdiri dari lapisan batu kapur putih setebal 30 cm, yang kemudian dilapisi dengan bubuk batu bata merah setebal beberapa milimeter saja di bagian paling atas.
Berbeda dengan Wimbledon atau US Open, turnamen ini dinamai “Roland Garros” untuk menghormati seorang pahlawan penerbangan Prancis pada Perang Dunia I. Uniknya, Garros sendiri bukanlah seorang pemain tenis, melainkan seorang penggemar olahraga rugby dan sepak bola.
Menonton Roland Garros adalah tentang gaya hidup Paris. Aksesori wajib para penonton di tribun adalah topi fedora/panama putih bermerek resmi Roland Garros, yang digunakan untuk menghalau teriknya matahari musim semi Paris sambil tetap tampil modis.(*)
BACA JUGA: Strategi Ambisius Luzhou Laojiao di Australian Open Demi Baiju






