Jernih.co

Film Animasi K-Pop: Demon Hunters Siap Rebut Dua Nominasi Oscar 2026

Usai  memecahkan chart dan rekor streaming, K-Pop: Demon Hunters kini menaklukkan Academy Awards. Dua nominasi Oscar 2026 menjadi bukti: inilah era baru ketika musik, budaya, dan animasi Korea bersatu mengguncang Hollywood.

WWW.JERNIH.CO –  Film animasi K-Pop: Demon Hunters produksi Sony Pictures Animation bekerja sama dengan Netflix resmi mencetak sejarah dengan meraih dua nominasi Oscar 2026.

Dalam pengumuman yang dirilis pada 22 Januari 2026, film ini membuktikan bahwa K-Pop lebih dari sebuah fenomena musik global, melainkan kekuatan budaya yang kini diakui penuh oleh Hollywood.

Prestasi tersebut hadir lewat dua kategori bergengsi: Best Animated Feature Film dan Best Original Song untuk lagu “Golden”. Visual animasi yang penuh warna, aksi dinamis, serta musik yang melekat di telinga menjadi kombinasi yang membuat film ini menonjol di tengah persaingan ketat.

Lagu “Golden” bahkan mencatatkan sejarah tersendiri sebagai lagu bernuansa K-Pop pertama yang berhasil menembus nominasi Oscar.

Salah satu momen paling emosional datang dari sosok EJAE, penyanyi sekaligus penulis lagu yang mengisi vokal karakter utama, Rumi. Mantan trainee K-Pop yang sempat gagal debut ini mengungkapkan rasa harunya melalui media sosial setelah mendengar kabar nominasi.

Bagi EJAE, “Golden” bukan hanya lagu, tetapi simbol penebusan atas perjalanan panjang, penolakan, dan kerja keras yang akhirnya berbuah pengakuan di panggung tertinggi perfilman dunia.

Di kategori Film Animasi Terbaik, K-Pop: Demon Hunters harus berhadapan dengan judul-judul besar seperti Zootopia 2, Elio, Arco, serta Little Amélie or the Character of Rain. Persaingan ini menegaskan posisi film tersebut sebagai pendatang serius, jelas tak bisa disebut hanya “fenomena viral” belaka, melainkan karya yang diakui secara artistik dan teknis.

Disutradarai oleh Maggie Kang dan Chris Appelhans, film ini mengisahkan girl group fiktif Huntr/x—Rumi, Mira, dan Zoey—yang menjalani kehidupan ganda. Di satu sisi mereka adalah superstar K-Pop dunia, di sisi lain mereka adalah pemburu iblis yang melindungi manusia dari makhluk pemakan jiwa bernama Gwi-Ma.

Konflik memuncak saat kemunculan boy band saingan, Saja Boys, yang ternyata merupakan iblis penyamar. Di balik aksi dan fantasi, film ini menyentuh tema penerimaan diri, tekanan ketenaran, serta warisan budaya Korea.

Kesuksesan K-Pop: Demon Hunters juga tercermin dari pencapaiannya di Netflix. Sejak dirilis pada Juni 2025, film ini mencatat lebih dari 300 juta penayangan global, menjadi film paling banyak ditonton sepanjang sejarah platform tersebut dan menembus Top 10 di 93 negara hanya dalam dua minggu. Tak heran jika pengakuan dari Academy Awards terasa seperti klimaks yang pantas.(*)

BACA JUGA: Dari Kpop Seungha BaBa Belok ke Film Panas

Exit mobile version