Freelander baru adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas benua dapat menciptakan standar baru dalam industri otomotif. Ia adalah perpaduan antara jiwa petualang Inggris dan kecerdasan digital Asia.
WWW.JERNIH.CO – Industri otomotif dikejutkan oleh kembalinya salah satu nama paling ikonik di jagat SUV premium: Freelander. Setelah hampir satu dekade menghilang dari lini produksi, Freelander kini lahir kembali bukan sekadar sebagai mobil, melainkan sebagai sebuah brand energi baru (NEV) yang lahir dari aliansi strategis antara raksasa Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), dan pionir teknologi otomotif Tiongkok, Chery.

Freelander baru ini tentulah bukan SUV biasa. Di bawah pengawasan tim desain JLR di Inggris dan Shanghai, Freelander mempertahankan garis desain yang tegas dan berwibawa. Mengambil inspirasi dari konsep “Concept 97” yang baru saja diperkenalkan, mobil ini membawa kita bernostalgia ke siluet klasik Land Rover Discovery namun dengan sentuhan futuristik yang minimalis.
Garis bahu yang kokoh, lampu utama LED bermotif kotak yang tajam, hingga jendela belakang yang terbagi pilar D secara artistik, memberikan identitas visual yang tak tertandingi di kelasnya. Namun, di balik eksterior yang boxy dan tangguh tersebut, tersemat platform T1X milik Chery yang sudah terbukti fleksibilitasnya.
Platform ini memungkinkan Freelander baru hadir dalam varian Plug-in Hybrid (PHEV) dan Full Electric (BEV) dengan arsitektur kelistrikan 800V yang memungkinkan pengisian daya super cepat.
Masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut oleh nuansa kemewahan “Modern Luxury” khas JLR. Interiornya didominasi oleh layar melintang dari pilar ke pilar di bawah kaca depan (Pillar-to-Pillar Screen) yang mengingatkan kita pada mobil-mobil konsep masa depan. Pengalaman berkendara semakin cerdas berkat integrasi sistem infotainment yang ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon terbaru.
Tidak hanya soal hiburan, aspek keselamatan dan kemudahan berkendara menjadi prioritas utama. Freelander baru telah mengadopsi sistem bantuan berkendara cerdas (ADAS) mutakhir hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi Huawei, yakni sistem Huawei Qiankun.
Dengan sensor yang presisi, mobil ini mampu memberikan asisten berkendara semi-otonom yang sangat halus, mulai dari adaptif cruise control hingga parkir otomatis yang responsif.
Meskipun bertransformasi menjadi kendaraan ramah lingkungan, Freelander tidak melupakan akar genetiknya sebagai petualang sejati. Dengan sistem penggerak semua roda (AWD) yang telah disempurnakan dan suspensi yang dirancang khusus untuk kenyamanan maksimal (NVH tingkat tinggi), mobil ini siap menemani perjalanan urban maupun petualangan akhir pekan dengan kestabilan luar biasa.
Dukungan baterai dari CATL, pemimpin pasar baterai global, memastikan jarak tempuh yang jauh dan daya tahan yang andal dalam berbagai kondisi cuaca.
Lahirnya Freelander sebagai merek independen memungkinkan JLR dan Chery menawarkan produk dengan standar kemewahan tinggi namun dengan efisiensi biaya produksi yang lebih baik. Hal ini membuat Freelander baru diposisikan di segmen SUV premium menengah atas yang sangat menggoda.
Freelander baru diprediksi akan dipasarkan mulai dari kisaran 400.000 Yuan. Atau sekitar Rp1.200.000.000 (Off-the-road)
Harga ini menjadikannya penantang serius di pasar SUV listrik premium, memberikan opsi bagi konsumen yang mendambakan prestise merek Inggris namun tetap menginginkan kepraktisan dan kecanggihan teknologi modern.(*)