- Grok mengatakan pahlawan dalam penembakn itu adalah Edward Crabtree, profesional AI berusia 47 tahun.
- The Times of Israel menulis warga sipil Yahudi yang merebut senjata dari tangan penembak.
JERNIH — Pers ramai memberitakan tentang Ahmed el-Ahmed, pedagang tembakau yang menjadi pahlawan dalam insiden penembakan pesta Yahudi di Pantai Bondi, Australia, Minggu 14 Desember, tapi tidak demikian dengan Grok — chatbot AI milik Elon Musk.
Sydney Morning Herald menulis Grok mengutip artikel berita palsu yang menyebut Edward Crabtree — yang digambarkan sebagai profesional IT berusia 47 tahun — sebagai pahlawan yang merebut senjata dari salah penembak dalam insiden itu.
Berita palsu itu, lengkap dengan kutipan yang dibuat-buat dari tempat tidur rumah sakit tempat Crabtree dirawat, berasal dari situs web bernama thedailyaus.world yang terdaftar di Islandia. Situs itu tidak terkait dengan situs berita anak muda The Daily Aus.
Casey Ellis, veteran keamanan siber kelahiran Sydney dan pendiri platform bug bounty Bugcrowd, mengatakan kondisi saat ini sangat tepat terjadinya badai informasi salah.
“Insiden penembakan itu sangat tragis, sarat emosi, dan memecah belah dalam jutaan arah berbeda,” kata Ellis.
Informasi yang salah menyebar begitu luas, yang membuat miliarder dana lindung nilai Bill Ackman — yang keturunan Yahudi dan tinggal di Australia — merasa perlu segera mengoreksinya di X. Bahkan, PM Israel Benjamin Netanyahu semula salah ketika mengatakan kepada wartawan bahwa seorang warga sipil Yahudi yang merebut senjata itu. PM Netanyahu mendapat informasi salah dari The Times of Israel.
Jurnalis Ben Collins mengatakan; “Seseorang mengarang cerita seorang pria kulit putih, profesional IT bernama Edward Crabtree, menghentikan penembakan Bondi dan menyebarkannya ke seluruh internet, yang kemudian diambil agen AI dan situs pengumpul informasi sampah.”
