Jernih.co

Honda Prelude 2026, Ketika Efisiensi, Prestise, dan Gairah Bertemu

Untuk seorang eksekutif, perjalanan harian bukan sekadar rutinitas—melainkan ruang transisi antara tekanan dan ketenangan, seperti yang ditawarkan Honda Prelude 2026 berikut.

WWW.JERNIH.CO –  Bagi seorang Direktur di sebuah perusahaan ternama, kendaraan bukan sekadar alat berpindah tempat. Ia adalah ruang jeda—transisi sunyi antara hiruk-pikuk rapat, target, dan presentasi, menuju ketenangan rumah. Di ruang inilah Anda menemukan ritmenya.

Dan untuk peran itu, pilihannya jatuh pada All-New Honda Prelude 2026, sebuah coupe hybrid bergaya Grand Tourer yang terasa diciptakan untuk hidup urban yang dinamis.

Setiap pagi Anda cukup menekan tombol Power sebelum menembus kepadatan jalanan. Tidak ada raungan mesin, tidak pula getaran kasar. Sistem 2.0L Hybrid e:HEV memulai perjalanan dalam mode elektrik penuh, membuat kabin Prelude senyap seperti ruang kerja pribadi.

Di tengah kemacetan macam Jakarta, efisiensi menjadi kemewahan tersendiri. Dengan konsumsi estimasi sekitar 19,5 km/liter, Anda nyaris melupakan jadwal isi BBM. Tangki 40 liter cukup membawanya hampir 750 km—dua minggu komuter tanpa repot mampir ke SPBU.

Sambil merayap perlahan, layar sentuh 9 inci dengan Google built-in menjadi asisten digitalnya: mengecek agenda rapat via perintah suara, ditemani podcast bisnis yang mengalun jernih dari sistem Bose Premium 8-speaker.

Meski berwujud coupe sporty, Prelude tidak pernah terasa melelahkan. Honda jelas memahami kebutuhan eksekutif yang menghabiskan banyak waktu di balik kemudi. Adaptive Damper System bekerja cerdas, melunakkan redaman saat melewati sambungan jalan layang atau aspal yang tak sempurna.

Di dalam, kursi sport berbalut kulit dengan motif houndstooth menopang tubuh dengan pas—cukup memeluk tanpa terasa menekan. Bahkan setelah berjam-jam berkendara, tubuh tetap segar, pikiran tetap fokus.

Di kala hujan deras menerjang tanpa kompromi, mengubah jalanan menjadi refleksi cahaya dan genangan, di sinilah Honda Sensing berperan sebagai co-pilot yang setia. Rain Sensing Wipers bekerja otomatis mengikuti intensitas hujan, sementara Blind Spot Information dan Lane Keeping Assist menjaga Prelude tetap aman di lajurnya.

Saat kondisi mendesak, rem Brembo 4-piston di roda depan memberi rasa percaya diri penuh—daya gigit presisi, stabil, dan konsisten bahkan di aspal basah.

Ketika malam tiba dan tol mulai lengang, Anda dapat memberi ruang bagi sisi emosionalnya. Mode berkendara dipindah ke Sport. Seketika, karakter Prelude berubah. Tenaga 200 HP terasa responsif, torsi instan motor listrik 232 lb-ft mendorong mobil dengan halus namun tegas.

Fitur Honda S+ Shift mensimulasikan perpindahan gigi mekanis, menghadirkan sensasi mobil bensin konvensional yang sporty, namun tanpa kehilangan kehalusan khas hybrid.

Di depan, lampu LED tajam menyinari jalan dengan percaya diri; di belakang, LED bar menyatu membentuk garis futuristik yang elegan—diam-diam mencuri perhatian.

Alasan memilih Prelude tentu saja tidak berhenti pada performa. Ada filosofi desain yang berbicara pada dirinya. Honda menyebutnya “Unlimited Glide”—siluet fastback terinspirasi pesawat layang, mengalir tanpa agresi berlebihan.

Saat terparkir di lobi kantor atau hotel bintang lima, Prelude tampil sebagai karya seni modern: minimalis, berkelas, dan tenang. Desain liftback pada bagasi menambah kepraktisan; tas golf atau koper kabin untuk perjalanan bisnis akhir pekan dapat masuk tanpa kompromi.

Di balik kemudi, Anda merasakan karakter yang jarang ditemukan. Prelude mewarisi DNA sasis Civic Type R, namun dipoles untuk kenyamanan harian. Variable Gear Ratio steering membuat setir ringan saat parkir, lalu mengeras dan stabil di kecepatan tinggi—memberikan feedback yang jujur ke tangan pengemudi.

Setir berbentuk D dengan jahitan biru menghadirkan aura kokpit, pengingat halus bahwa ini tetap sebuah driver’s car sejati.

Sebagai Grand Tourer, Prelude juga tahu cara menenangkan. Kabinnya kedap berkat teknologi peredaman suara pada velg 19 inci, meminimalkan road noise. Panggilan konferensi bisa dilakukan dengan jelas, tanpa gangguan suara angin atau mesin. Posisi duduk ergonomis menjaga postur tetap ideal, bahkan setelah perjalanan antarkota sekalipun.

Dari sisi rasional, keputusan membeli seri ini terasa matang. Dengan estimasi harga OTR Jakarta Rp925–975 juta, Prelude berada di bawah Rp1 miliar—menawarkan nilai lebih dibanding coupe 2-pintu konvensional.

Teknologi hybrid berarti biaya BBM dan pajak lebih rendah, sementara eksklusivitas tetap terjaga. Dibanding Civic Type R yang menembus Rp1,4 miliar, Prelude menawarkan kenyamanan harian yang lebih bersahabat tanpa kehilangan prestise.

Pada akhirnya, Honda Prelude 2026 lebih dari sekadar mobil sport, ini adalah refleksi gaya hidup profesional modern: efisien, aman, berkelas, namun tetap menyimpan gairah berkendara. (*)

BACA JUGA: Honda Freed Air Terbaru, Desain Lebih Kotak, Teknologi Lebih Canggih

Exit mobile version