Setelah “The Raid” dan “Mile 22,” Iko Uwais siap mengguncang layar lagi lewat MRI, film thriller terbaru garapan sutradara Liam O’Donnell. Kali ini, rumah sakit menjadi arena baku hantam berdarah — dan hanya satu pasien yang bisa menyelamatkan semua orang.
JERNIH – Ikon seni bela diri Indonesia, Iko Uwais, kembali memimpin layar lebar lewat film aksi-thriller terbaru berjudul MRI, disutradarai oleh Liam O’Donnell (“Alphas,” “Beyond Skyline”). Film ini akan menjadi proyek ketiga kolaborasi keduanya setelah “Beyond Skyline” (2017) dan “Skyline: Warpath” yang sangat dinantikan.
Perusahaan K5 Intl. milik Daniel Baur telah mengantongi hak penjualan internasional dan akan meluncurkan proyek ini di ajang American Film Market (AFM) bulan depan. Produksi film dilakukan oleh Strong Island bekerja sama dengan Uwais Pictures, rumah produksi milik Iko.
Naskah film ditulis oleh Russell Hainline (Netflix “Hot Frosty”), dengan cerita berpusat pada seorang pembunuh bayaran yang terpuruk — diperankan Uwais — yang hidupnya berantakan dan lututnya cedera. Saat menjalani MRI rutin, rumah sakit tiba-tiba dikuasai gangster brutal. Tanpa disengaja, ia menjadi satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan target mereka: putri dari bos kriminal berpengaruh.
Kini, antara rasa sakit dan adrenalin, ia harus bertarung untuk bertahan hidup — dan menebus masa lalunya.

Produser Christopher Tuffin dari Strong Island (“Freelance,” “Canary Black,” “Alphas”) kembali bergandengan tangan dengan Ryan Santoso dari Uwais Pictures. Sementara Daniel Baur (K5 Intl.), Amanda Delaplaine, dan Chris Ochs duduk sebagai produser eksekutif.
“Karisma Iko yang luar biasa, kedalaman emosional, dan etos kerja yang tiada duanya menjadikannya impian setiap sutradara,” puji O’Donnell.
“Setelah pengalaman hebat bersama Strong Island di Alphas, saya yakin MRI akan membawa kolaborasi kami ke level berikutnya,” lanjutnya.
Tuffin menambahkan, “Dengan meningkatnya dominasi konten bertema Asia di pasar global, MRI adalah penghormatan modern bagi film-film laga klasik 1970-an — tetapi dikemas untuk penonton era digital.”
Proses syuting utama dijadwalkan dimulai di Jakarta awal tahun depan, menandai salah satu produksi internasional besar yang berlokasi di Indonesia pada 2025.
Selain membintangi, Uwais juga terus memperluas kiprahnya di industri film. Melalui Uwais Team, ia mengembangkan tim koreografi aksi yang telah bekerja di berbagai proyek Hollywood, dan lewat Uwais Pictures, ia mulai membangun ekosistem sinema laga nasional yang kompetitif.
Film pertama produksi perusahaannya, Ikatan Darah, baru-baru ini tayang perdana di Fantastic Fest dan mendapat sambutan positif. Sementara debut penyutradaraannya, Timur, dijadwalkan tayang di Indonesia pada 18 Desember mendatang.
Lewat RI, Iko Uwais semakin mengukuhkan dirinya sebagai bintang global yang menggabungkan disiplin bela diri, sinematografi modern, dan narasi emosional.(*)
BACA JUGA: 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Zaman