Site icon Jernih.co

Ilmuwan Temukan Nagatitan, Dinosaurus Terbesar di Asia Tenggara

Ilustrasi seorang seniman terhadap 'titan terakhir' di Asia Tenggara, Nagatitan chaiyaphumensis (Foto: AFP)

JERNIH – Dunia paleontologi dikejutkan oleh penemuan spesies dinosaurus raksasa baru di Thailand. Memiliki bobot yang setara dengan sembilan gajah dewasa, dinosaurus ini resmi dinobatkan sebagai sauropoda terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports pada Kamis (14/5/2026), spesies baru ini diberi nama resmi Nagatitan chaiyaphumensis. Nagatitan termasuk dalam garis keturunan sauropoda, kelompok dinosaurus herbivora yang terkenal dengan ciri khas leher dan ekor yang sangat panjang, kepala kecil, serta empat kaki kokoh layaknya pilar.

Berdasarkan analisis fosil, estimasi ukuran tubuh Nagatitan mencapai panjang 27 meter (89 kaki) dengan obot diperkirakan sekitar 27 ton (setara dengan 9 gajah dewasa). Bobotnya diklaim setidaknya 10 ton lebih berat daripada Dippy, replika fosil Diplodocus raksasa yang terkenal di Natural History Museum London.

Thitiwoot Sethapanichsakul, mahasiswa PhD paleontologi di University College London sekaligus ketua tim penulis riset ini, menjuluki Nagatitan sebagai “The Last Titan” (Titan Terakhir). Julukan ini disematkan karena fosilnya ditemukan di salah satu formasi batuan termuda tempat dinosaurus pernah hidup di Thailand, sebelum wilayah Asia Tenggara berubah menjadi laut dangkal pada periode Kapur (Cretaceous).

Pola Makan Tanpa Mengunyah

Meskipun bagian kepala dan giginya tidak ikut ditemukan dalam rona fosil yang dievakuasi, para peneliti dapat memetakan kebiasaan makannya berdasarkan karakteristik keluarga sauropoda lainnya.

“Nagatitan kemungkinan besar adalah pemakan tumbuhan dalam jumlah besar (bulk browser). Mereka fokus mengonsumsi vegetasi bervolume tinggi yang membutuhkan sedikit atau tanpa proses mengunyah sama sekali, seperti pohon konifer dan kemungkinan pakis biji,” jelas Thitiwoot.

Nagatitan termasuk dalam sub-kelompok sauropoda yang berasal dari masa 140 juta tahun lalu. Sekitar 90 juta tahun lalu, kelompok mereka menjadi satu-satunya sauropoda yang tersisa di dunia dan terus berkembang hingga zaman dinosaurus berakhir 66 juta tahun lalu akibat hantaman asteroid.

Sisa-sisa fosil makhluk raksasa ini sebenarnya pertama kali ditemukan satu dekade lalu oleh warga lokal di timur laut Thailand. Namun, proses ekskavasi dan penelitian mendalam baru bisa diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2024 lalu.

Meskipun sebagian anatomi fosilnya mirip dengan sauropoda yang telah ditemukan sebelumnya, para ilmuwan menemukan keunikan struktural yang cukup banyak pada fosil ini, sehingga sah untuk dikategorikan sebagai spesies baru yang berdiri sendiri.

Nama Nagatitan diambil dari kata Naga, makhluk mitologi menyerupai ular naga besar dalam tradisi kepercayaan Asia yang banyak diabadikan di berbagai pura dan kuil di Thailand. Dengan diumumkannya Nagatitan, kini tercatat ada 14 spesies dinosaurus yang berhasil diidentifikasi dan diberi nama dari wilayah Thailand.

Bagi masyarakat atau wisatawan yang penasaran dengan wujud asli raksasa ini, rekonstruksi ukuran asli (life-size) dari Nagatitan chaiyaphumensis kini sudah mulai dipajang dan dapat dilihat langsung di Thainosaur Museum, Bangkok.

Exit mobile version