Site icon Jernih.co

Inggris Alami Kekeringan Terparah, Bisnis Cuci Mobil hingga Kolam Renang Pribadi Bakal Dilarang

Ilustrasi

JERNIH — Musim panas ekstrem yang membakar daratan Britania Raya kini membawa negara tersebut ke ambang krisis air nasional. Menanggapi menyusutnya cadangan air secara drastis, Pemerintah Inggris bersiap mengambil langkah radikal, memperluas skema pembatasan air ekstrem yang akan menyasar sektor usaha hingga aktivitas rekreasi warga.

Laporan eksklusif The Times mengungkapkan bahwa tim perencana pemerintah telah menyodorkan opsi Non-Essential Use Banning (NEUB) kepada para menteri. Jika skema ini resmi diketok, usaha jasa pencucian mobil komersial, pembersihan kaca gedung, penyiraman lapangan olahraga, hingga pengisian kolam renang pribadi bakal dihentikan total secara sementara.

Langkah darurat ini menyusul kebijakan sebelumnya di mana hampir 26 juta warga Inggris telah lebih dulu dijatuhi aturan larangan penggunaan selang air (hosepipe ban) untuk menyiram halaman rumah.

Ancaman kelumpuhan pasokan air ini bukanlah tanpa alasan. Data resmi pemerintah mencatat sebanyak 71 persen wilayah Inggris telah resmi berstatus kekeringan. Sementara itu, seluruh wilayah Wales juga telah masuk dalam status darurat serupa setelah mencatatkan rekor bulan Juli terkering dalam 190 tahun terakhir.

Kondisi diperparah oleh sengatan cuaca panas ekstrem. Hingga pertengahan Juli lalu, jumlah hari dengan suhu menembus di atas 30 derajat Celsius telah resmi melampaui rekor total hari panas pada tahun 1976—tahun yang dalam sejarah Britania dikenal sebagai bencana gelombang panas terburuk.

“Sebagaimana layaknya pemerintah yang bertanggung jawab, kami mempersiapkan berbagai skenario dan bekerja sama dengan Kelompok Penanganan Kekeringan Nasional untuk membantu menjaga pasokan air,” tegas juru bicara pemerintah Inggris.

Pemerintah kini menekan perusahaan penyedia air seperti Southern Water—yang melayani kawasan Sussex, Kent, hingga Isle of Wight—untuk disiplin menjalankan rencana darurat, termasuk menambal ribuan titik kebocoran pipa yang membuang-buang pasokan air bersih.

Dampak krisis ini tak berhenti pada mengeringnya keran air warga. Tanah yang kerontang dan vegetasi yang mengering memicu bahaya bencana lanjutan berupa kebakaran hutan masif (wildfires).

Saat meninjau penanganan kebakaran lahan di Stourbridge, kawasan West Midlands, Perdana Menteri Andy Burnham melontarkan peringatan keras bahwa tingkat kerawanan kebakaran hutan di berbagai wilayah Inggris kini berada pada level tertinggi. Pemerintah mendesak masyarakat untuk tidak hanya mematuhi pembatasan, tetapi juga secara aktif memangkas konsumsi air harian guna mencegah kehancuran ekosistem yang lebih luas.

Exit mobile version