JERNIH – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini , wakil humas dan juru bicara, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada dini hari terakhir Ramadan.
Pernyataan tersebut menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Iran, keluarga komandan yang gugur, rekan-rekan perwira IRGC, personel media, dan rakyat Kashan, menggambarkan kematian Naeini sebagai kemartiran yang membanggakan di bidang budaya dan media.
Menyoroti pengabdiannya selama lebih dari empat dekade, IRGC mencatat kontribusi signifikan Naeini dalam melestarikan Revolusi Islam, khususnya selama perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun. Ia memainkan peran kunci dalam dokumentasi dan penyampaian cerita perang, dan, dalam beberapa tahun terakhir, ia menjabat sebagai juru bicara IRGC, terutama selama Operasi True Promise 1 hingga 4.
Gagasan transformatif dan strategi efektifnya dalam “perang lunak” digambarkan sebagai prinsip panduan bagi personel dan perwira IRGC yang terlibat dalam operasi kognitif melawan musuh.
Pernyataan itu memuji keberanian dan dedikasi Naeini, serta berjanji untuk melanjutkan jalan keteguhan dan harapan yang telah ditunjukkannya bersama saudaranya yang gugur. Pernyataan itu menegaskan kembali komitmen IRGC untuk mempertahankan pengaruh spiritual dan kekuatan lunaknya serta memastikan bahwa suara korps yang kuat dan didukung rakyat ini terus didengar di antara umat beriman.
Perang Kebenaran: Warisan Naeini
Naeini lahir pada tahun 1957 di Kashan, Iran, dan bertugas di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dari tahun 1978 hingga gugur sebagai martir pada tahun 2026. Ia meniti karier selama hampir lima dekade, menjadi salah satu tokoh senior dalam lembaga militer Iran.
Naeini bertempur dalam Perang Iran-Irak, sebuah pengalaman yang membentuk karier militernya yang panjang dan kontribusinya kemudian terhadap komunikasi dan doktrin IRGC. Status veteran yang disandangnya mencerminkan pengabdian selama puluhan tahun kepada lembaga-lembaga revolusioner Republik Islam.
Pada Juli 2024, ia diangkat sebagai juru bicara dan wakil kepala hubungan masyarakat IRGC, menggantikan pendahulunya yang telah lama menjabat. Dalam peran ini, ia menjadi suara kunci yang mengartikulasikan posisi korps selama ketegangan regional besar dan terlibat dalam operasi psikologis dan media.
Naeini juga merupakan seorang profesor ilmu sosial dan anggota fakultas di Universitas Imam Hossein, yang menunjukkan keterlibatannya dalam bidang akademik maupun militer, khususnya di bidang yang berkaitan dengan komunikasi dan kekuatan lunak. Suaranya menjadi lambang upaya IRGC untuk menyeimbangkan retorika garis keras dengan narasi guna memperkuat legitimasi dan ketahanan sistem dalam menghadapi tekanan asing.
