Meskipun “lilin” fisiknya kini telah padam, namun “cahaya” dari karya-karya yang ia tinggalkan akan terus menyinari panggung musik Indonesia selama-lamanya.
WWW.JERNIH.CO – James Freddy Sundah, atau yang lebih dikenal sebagai James F. Sundah, pengarang lagu legendaris yang telah mewarnai industri musik tanah air selama puluhan tahun, telah berpulang.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan jutaan penggemar yang tumbuh bersama karya-karyanya yang puitis dan penuh makna.
James F. Sundah mengembuskan napas terakhirnya pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pukul 11:28 pagi waktu setempat di New York, Amerika Serikat. Ia wafat pada usia 70 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh istrinya, Priscillia (Lia) Sundah, serta sejumlah rekan musisi seperti Addie MS dan pengamat musik Denny MR.
Sebelum berpulang, sang maestro diketahui telah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru. Perjuangan ini telah ia jalani selama kurang lebih dua tahun terakhir. Selama masa pengobatannya di New York, James tetap menunjukkan semangat yang luar biasa terhadap perkembangan musik Indonesia, bahkan sempat melakukan komunikasi melalui Zoom dengan rekan-rekannya meski dalam keadaan sakit.
Nama James F. Sundah akan selalu identik dengan lagu “Lilin-Lilin Kecil”, sebuah karya yang tidak hanya menjadi hit, tetapi juga standar bagi kualitas penulisan lagu pop di Indonesia. Lagu ini merupakan pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors 1977.
Dipopulerkan oleh Chrisye, lagu ini menjadi salah satu lagu Indonesia paling ikonik sepanjang masa dan menjadi katalisator kebangkitan musik pop kreatif. Ada pula “September Ceria” yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata, lagu ini sukses melambungkan nama sang penyanyi dan menjadi lagu wajib yang diputar setiap bulan September hingga saat ini.
Tembang “When You Came Into My Life” dirilis pada 1996 merupakan prestasi internasional yang membanggakan, di mana James (bersama Titiek Puspa) turut menulis lagu ini untuk grup rock legendaris asal Jerman, The Scorpions.
Catat pula lagu “Astaga”, sebuah hit besar yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya, menunjukkan kemampuan James dalam menciptakan lagu dengan tempo yang lebih dinamis namun tetap bermakna dalam. Sementara “Ozone” diciptakan James untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup, membuktikan bahwa musik bisa menjadi media kritik sosial yang efektif.
Tak ketinggalan “Citra Biru” sebuah karya lain yang berhasil memperkuat posisi Vina Panduwinata di jajaran diva papan atas Indonesia.
Selain sebagai pencipta lagu, James F. Sundah dikenal sebagai pejuang gigih bagi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) musisi Indonesia. Ia aktif dalam organisasi seperti Karya Cipta Indonesia (KCI) untuk memastikan para pencipta lagu mendapatkan hak royalti yang layak.(*)
BACA JUGA: AMI Awards 2025: Malam Kejayaan Baskara Putra dan Bintang Baru Prince Poetiray
