- Iran akan berlaga di California, rumah bagi diaspora Iran bercokol. Di sini, kelompok oposisi biasa mengibarkan bendera Iran pra-Revolusi.
- Selama Piala Dunia 2022 di Qatar, beberapa penggemar membawa bendera pra-Revolusi ke stadion.
JERNIH — FIFA akan melarang pendukung mengibarkan bendera Iran pra-Revolusi 1979, yang bergambar Singa dan Matahari, selama Piala Dunia 2026. Larangan ini kemungkinan memicu kritik dari parak aktivis dan kelompok oposisi Iran.
Bendara Iran bergambar singa dan matahari digunakan tahun 1907-1979. Setelah Revolusi Islam 1979, bendera Iran bergambar Republik Islam dan Takbir dalam Bahasa Arab di sepanjang perbatasannya.
Sejak saat itu, bendera pra-Revolusi menjadi simbol politik yang digunakan oleh aktivis oposisi, demonstran anti-pemerintah, dan warga Iran yang diasingkan. Simbol itu kembali menonjol selama protes nasional yang meletus di Iran akhir 2022 setelah kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi.
Baru-baru ini, simbol serupa juga muncul di demonstrasi yang mendukung serangan militer Israel dan AS terhadap Iran, yang dimulai Februari.
Piala Dunia akan diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko antara Juni dan Juli musim panas ini. Iran dijadwalkan memainkan pertandingan pembuka mereka melawan Selandia Baru dan Belgia di Stadion SoFi di Inglewood, California, pada 15 dan 21 Juni.
California, khususnya wilayah metropolitan Los Angeles, adalah rumah bagi salah satu komunitas diaspora Iran terbesar di dunia, Di sini, bendera pra-Revolusi sering dipajang di pertemuan oposisi dan demonstrasi politik.
Partisipasi Iran dalam turnamen ini juga dibayangi oleh konflik dengan AS dan Israel. Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan pesan yang beragam tentang kehadiran tim Iran di negara itu, kadang-kadang mengatakan mereka akan ‘disambut’, sementara di tempat lain menunjukkan kekhawatiran atas ‘nyawa dan keselamatan’ mereka.
Selama Piala Dunia 2022 di Qatar, beberapa penggemar membawa bendera pra-Revolusi ke stadion. Yang lain melaporkan dilarang masuk ke tempat pertandingan dengan bendera itu.
FIFA berulang kali membela pembatasan itu berdasarkan peraturan yang melarang ‘simbol, slogan, dan pesan politik, agama, serta etnis’, dengan alasan sepak bola harus tetap netral secara politik.
Jadi, simbol apa lagi yang telah dilarang FIFA?
Badan pengatur tersebut sebelumnya telah mengambil tindakan terhadap berbagai simbol dan gestur politik.
Sebelum tahun 2017, FIFA melarang pemain dan pendukung untuk menampilkan simbol bunga poppy yang memperingati Hari Gencatan Senjata di Inggris Raya, dengan alasan bahwa itu merupakan lambang politik.
Asosiasi sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menentang larangan tersebut pada tahun 2016 dan didenda, yang memicu reaksi keras dari politisi Inggris termasuk Perdana Menteri saat itu, Theresa May.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA mengancam sanksi terhadap pemain yang mengenakan ban lengan “OneLove” untuk mendukung hak-hak LGBTQ, yang menyebabkan tim nasional Jerman melakukan protes diam-diam dengan menutup mulut mereka selama foto tim sebelum pertandingan.
Pada tahun 2018, FIFA juga mendenda pemain internasional Swiss, Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka, setelah mereka melakukan gerakan elang berkepala dua yang terkait dengan nasionalisme Albania selama pertandingan melawan Serbia.
