Jernih.co

[JERNIH TRAVEL] Mendaki Carstensz Pyramid Puncak Tertinggi Australasia

Pendakian salah satu puncak program Seven Summits dunia ini kini bisa dilakukan dengan operator. Hanya perlu 8-10 hari untuk mencapai puncak Carstensz Pyramid.

WWW.JERNIH.CO – Mendaki Carstensz Pyramid (Puncak Jaya) bukan sekadar perjalanan mendaki gunung biasa; ini adalah sebuah ekspedisi teknis yang menggabungkan ketahanan fisik, keterampilan panjat tebing, dan kesiapan finansial yang besar.

Sebagai salah satu dari Seven Summits dunia, puncak setinggi 4.884 mdpl ini menawarkan sensasi unik berupa pegunungan kapur yang tajam di tengah hutan tropis Papua, lengkap dengan hamparan salju abadi yang kian menipis.

Pendakian Cartstensz sudah jauh lebih sederhana dibandingkan dengan puluhan tahun silam. Pendaki tidak perlu lagi memulai perjalanan dari Desa Sugapa atau Desa Ilaga (kabupaten Intan Jaya/Puncak). Jalur ini pendaki berjalan menembus hutan tropis yang sangat lembap, melewati Lembah Danau-Danau (kawasan dengan pemandangan danau-danau alpin yang memukau).

Kemudian tiba di base camp Lembah Danau-Danau (4.000 mdpl), sebelum naik sedikit lagi ke Yellow Valley untuk memulai pemanjatan teknis. Perjalanan ini memakan waktu dan menguras tenaga, selama lebih kurang antara 5 hingga 7 hari untuk sampai ke Lembah Danau-Danau.

Sekarang pendaki bisa langsung memulai pendakian dari Lembah Kuning atau Yelllow Valley. Sebab di sinilah base camp didirikan.

Transportasi dan Akses dari Jakarta

Perjalanan dimulai dengan penerbangan komersial dari Jakarta (CGK) menuju Timika (TIM) atau Nabire. Saat ini, Timika menjadi gerbang utama yang paling populer. Setelah tiba di Timika, pendaki akan diterbangkan langsung dari Bandara Timika menuju Yellow Valley (Lembah Kuning) pada ketinggian sekitar 4.300 mdpl.

Jalur ini sangat memangkas waktu (hanya 20-30 menit terbang), namun risiko penyakit ketinggian (Acute Mountain Sickness) sangat tinggi karena tubuh tidak mendapatkan waktu aklimatisasi yang cukup.

Medan Pendakian dan Detail Trek

Medan di Carstensz didominasi oleh batuan karst (kapur) yang sangat tajam dan kasar. Berbeda dengan gunung api di Jawa yang berupa tanah, trek di sini memerlukan teknik scrambling dan rock climbing.

Setelah scrambling menanjak menuju Teras Besar dilanjutkan menuju ridge atau punggungan. Pendaki memang akan menghadapi dinding-dinding vertikal dengan kemiringan 40 hingga 80 derajat. Penggunaan fixed rope (tali statis yang sudah terpasang) adalah kewajiban.

Cuaca di sini sangat tidak menentu; hujan es dan angin kencang bisa datang tiba-tiba, membuat batuan menjadi licin dan suhu drop hingga di bawah 0°C.

Titik paling ikonik sekaligus paling menantang adalah Tyrolean Traverse atau ada pula yang menjuluki Burma Bridge, yakni sebuah celah lebar yang harus diseberangi menggunakan tali baja (pendaki menggantung dan bergeser secara horizontal).

Dari titik ini perjalanan menuju ke puncak sudah tinggal sedikit lagi. Teknik scrambling dengan bantuan alat climbing tetap diperlukan.

Perlengkapan dan Standar Pendaki

Mengingat medannya yang teknis, perlengkapan yang dibawa harus memenuhi standar panjat tebing internasional seperti alat teknis harness, carabiner (screw & auto), ascender (jumar), descender (figure of 8 atau ATC), helm panjat, dan tali prusik.

Pakaian yang siap untuk pegunungan seperti jaket waterproof (Gore-Tex), base layer wol merino, dan sepatu mountaineering yang memiliki cengkeraman kuat pada batuan basah. Kaos tangan kadang diperlukan selain untuk menahan dingin juga untuk menghindari gesekan dengan dinding tebing.

Mengingat gunung ini bukan untuk pemula, pendaki wajib memiliki sertifikasi atau setidaknya pengalaman dalam teknik dasar panjat tebing dan penggunaan alat safety. Fisik harus dilatih minimal 6 bulan sebelum keberangkatan, terutama fokus pada kekuatan kaki dan kapasitas paru-paru (VO2 Max).

Aktivitas Harian (Itinerary Detail)

Hari 1: Jakarta – Timika

Hari 2: Briefing & Repacking

Hari 3: Timika – Yellow Valley (Lembah Kuning)

Hari 4: Aklimatisasi & Latihan Teknik

Hari 5: Summit Attack (Hari Puncak)

Hari 6: Cadangan (Reserve Day)

Hari 7: Yellow Valley – Timika

Hari 8: Kembali ke Jakarta

Pendakian Carstensz Pyramid tidak bisa dilakukan secara mandiri. Melainkan menggunakan jasa operator resmi karena urusan perizinan keamanan yang sangat kompleks di Papua. Beberapa operator terpercaya antara lain Indonesia Expeditions, Trampil Indonesia, atau Touareg Adventure. (*)

BACA JUGA: [JERNIH TRAVEL] Petualangan Magis Dieng Tiga Hari Dua Malam

Exit mobile version