Site icon Jernih.co

Kanselir Jerman Friedrich Merz: Iran Sedang Mempermalukan AS

JERNIHKanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan AS tidak memiliki strategi negosiasi yang koheren dan sedang dipermalukan oleh Iran.

“Jelas bahwa Iran lebih kuat yang diperkirakan, dan AS tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam perundingan,” kata Merz saat mengunjungi sekolah di Marsberg, Rhine Utara,Westphalia.

Merz menyampaikan pernyataan itu ketika Selat Hormuz yang vital tetap masih tertutup bagi sebagian besar pelayaran, yang mengakibatkan kenaikan harga minyak global.

“Masalah dengan konflik seperti itu tidak hanya bagaimana harus masuk, tapi juga punya cara untuk keluar,” kata Merz. “Kita melihat hal serupa dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun. Kita melihatnya juga di Irak.”

Saat ini, masih menurut Merz, tidak ada jalan keluar strategis yang akan dipilih AS. Sebab, Iran berunding dengan sangat trampil, atau sangat trampil saat tidak bernegosiasi.

Seluruh AS dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, khususnya oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

The New York Times dan Reuters, mengutip pejabat AS, melaporkan pada hari Senin bahwa Presiden Donald Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk membuka kembali selat dan mengakhiri konflik. Pada hari Minggu, presiden membatalkan perjalanan utusannya ke Pakistan untuk pembicaraan dengan Iran, dengan alasan bahwa ia memiliki “semua kartu.”

AS dan Israel memulai kampanye pengeboman terhadap Iran pada 28 Februari, dengan tujuan yang dinyatakan untuk membongkar program nuklir dan rudal balistik Iran. Namun, meskipun serangan udara intensif, sekutu tersebut tidak mampu menghentikan Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut. Trump juga gagal menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup Teheran untuk pelayaran “bermusuhan”.

Exit mobile version