Kapal Tanker Dihantam 3 Proyektil Misterius di Selat Hormuz, Data Pelayaran Senggol Klaim AS

JERNIH — Ketegangan di Selat Hormuz kembali membara setelah sebuah kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran tembak saat melintas keluar dari jalur pelayaran strategis tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi bahwa kapal tersebut dihantam oleh tiga proyektil tidak dikenal di lokasi sekitar 17 mil laut di timur Khasab, Oman.
Meski tidak ada korban jiwa maupun dampak pencemaran lingkungan yang dilaporkan, insiden ini menambah panjang daftar serangan misterius terhadap armada kapal asing di kawasan Teluk. UKMTO mengimbau seluruh kapal komersial untuk melintas dengan tingkat kewaspadaan tinggi dan segera melaporkan pergerakan mencurigakan.
Insiden tersebut terjadi tak lama setelah media Iran, Press TV, melaporkan bahwa supertanker milik Arab Saudi, Sedr, sempat dihentikan saat melintasi koridor selatan Selat Hormuz dan dipaksa mengaktifkan sistem identifikasi otomatis (AIS) miliknya.
Laporan serangan proyektil ini memukul balik narasi militer AS dan CENTCOM yang sebelumnya mengklaim telah berhasil mengamankan serta mengendalikan penuh Selat Hormuz. Data pelacakan kapal yang dikutip Reuters justru menunjukkan fakta sebaliknya: aktivitas pelayaran kapal komersial di Selat Hormuz berada di titik terendah.
Pada hari Senin, hanya tercatat empat kapal yang masuk dan satu kapal yang keluar, dengan total perlintasan tertahan di angka lima kapal per hari. Angka ini merosot tajam dibandingkan rata-rata 14 kapal per hari pada pekan sebelumnya—dan berbanding jauh dari kondisi normal sebelum perang meletus pada 28 Februari lalu.
| Indikator Pelayaran Selat Hormuz | Realita Lapangan & Data Pelacakan (Reuters) |
| Rata-Rata Perlintasan Kapal Harian | Anjlok drastis; hanya ~5 kapal per hari (sebelumnya rata-rata 14 kapal) |
| Akses Jalur Khusus (Vetted Channels) | Didominasi kapal negara sahabat Iran: Cina, India, Pakistan, & Rusia |
| Akses Kapal Afiliasi Barat | Diblokir total oleh otoritas & jaringan maritim Iran |
| Insiden Serangan Terakhir | Tanker dihantam proyektil misterius off-shore Oman (25 & 31 Agustus) |
Pihak Iran menilai klaim AS mengenai penguasaan Selat Hormuz hanyalah manuver propaganda untuk memanipulasi harga minyak dunia dan menutupi kegagalan operasi militer Washington di kawasan. Teheran menegaskan bahwa kontrol penuh atas urat nadi minyak dunia tersebut tetap berada di tangan mereka.
Sebelumnya pada 31 Agustus, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sebuah supertanker terbakar hebat dan mogok total setelah menabrak dua ranjau laut di koridor selatan. Menurut IRGC, kapal tersebut terbakar lantaran nekat menerobos “jalur ilegal” tanpa izin melintas dari otoritas penjaga pantai Iran.
Dengan maraknya insiden ledakan ranjau dan hantaman proyektil misterius yang melumpuhkan bagian-bagian kapal, Selat Hormuz dipastikan masih menjadi kawasan merah yang sangat berisiko tinggi bagi jalur logistik energi global.






