“Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi Israel yang terus berlanjut, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat,” tulis Kedutaan Besar Iran melalui akun X @IraninIndonesia.
JERNIH– Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya seorang anggota penjaga perdamaian asal Indonesia yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan. Melalui pernyataan resminya pada Senin, 30 Maret 2026, Teheran mengutuk keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji.
Dalam pernyataan tertulisnya, Kedubes Iran menegaskan bahwa peristiwa tragis ini merupakan konsekuensi langsung dari agresi yang terus berlanjut di kawasan tersebut. Iran secara spesifik menuding pihak Israel, yang disebut mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat, berada di balik insiden yang merenggut nyawa personel TNI tersebut.
“Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi Israel yang terus berlanjut, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat,” tulis Kedutaan Besar Iran melalui akun X @IraninIndonesia.
Iran juga menekankan bahwa penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Berdasarkan aturan hukum internasional, personel UNIFIL memiliki status perlindungan khusus yang wajib dihormati oleh semua pihak yang bertikai.
Pihak Kedutaan menyatakan bahwa tindakan menargetkan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mendesak agar pelaku tidak dibiarkan lepas dari hukuman.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi dengan markas besar PBB di New York untuk mendalami kronologi lengkap serangan tersebut dan memastikan langkah diplomasi yang tepat diambil guna menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur. [rls]
